Pasar Murah Efektif Jaga Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok

NERACA

Jakarta – Kepala Perum Bulog Divisi Regional Aceh Sabaruddin Amrullah menyatakan pasar murah yang digelar di seluruh kabupaten/kota di provinsi itu khususnya Banda Aceh sangat efektif dalam menjaga stabilisasi harga di Aceh.

"Masyarakat dapat membeli kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau dan lebih murah dari harga pasar seperti pasar murah yang dapat ditebus oleh keluarga penerima manfaat Rp50.000 per paket," katanya di Banda Aceh, disalin dari Antara di Jakarta.

Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela penyelenggaraan pasar murah yang diselenggarakan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Aceh dengan menyediakan sebanyak 1.000 paket bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat, khususnya golongan menengah ke bawah di Kota Banda Aceh.

Ia menjelaskan satu paket yang disediakan di pasar murah tersebut terdiri dari beras lima kilogram, satu kilogram gula pasir dan satu liter; minyak goreng dengan harga per paket sebesar Rp50.000.

"Artinya, jika dikalkulasikan dengan harga di pasaran untuk satu paket yang ditebus tersebut seharusnya sekitar Rp81.500, namun karena adanya subsidi, masyarakat dari kalangan kurang mampu yang memiliki kupon hanya menebus Rp50.000 per paket," katanya.

Menurut dia, dengan adanya pasar murah yang digelar dengan harga terjangkau oleh perbankan khususnya, dapat meringankan dan membantu masyarakat untuk memenuhi sejumlah kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Ia menambahkan Perum Bulog Aceh siap memenuhi permintaan dari BUMN khususnya dan perbankan untuk menyediakan paket pasar murah yang akan digelar di Banda Aceh dan juga kabupaten/kota lainnya di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Pasar murah tersebut di dua lokasi yakni di halaman Masjid Baitussalihin Ulee Kareng dan di kawasan Pasar Peunayong, Banda Aceh. Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri langsung Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Ketua BMPD, Zainal Arifin Lubis, Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman dan perwakilan perbankan di Aceh.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh menyiapkan ;;uang pecahan baru senilai Rp2,1 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang di daerah tersebut menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah.

“Uang pecahan yang kita siapkan tahun ini bertambah dari tahun sebelumnya; yang Rp2 triliun. Peningkatan jumlah ini tidak terlepas dari tingginya animo masyarakat untuk menukarkan uang pecahan untuk keperluan hari Raya Idul Fitri,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Zainal Arifin Lubis di Banda Aceh.

Di sela-sela mengunjungi lokasi penukaran uang di Barata, Banda Aceh dan turut dihadiri Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Ia menjelaskan uang pecahan yang disiapkan tersebut terdiri dari Rp1,3 Triliun Uang Pecahan Besar (UPB) dan Rp800 miliar Uang Pecahan Kecil (UPK).

Menurut dia untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, Bank Indonesia Provinsi Aceh bekerjasama dengan lima bank yaitu PT Bank Aceh Syariah, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Mandiri dan PT. Bank Muamalat.

Pelayanan penukaran uang tersebut telah dimulai bersama sejak tanggal 20 Mei 2019 di Mall Barata, Jl. Teuku Muhammad Djam Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh. Ia mengatakan layanan bersama perbankan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 20-23 dan 27-29 Mei 2019 sebagai wujud pelayanan terbaik perbankan kepada masyarakat kota Banda Aceh. “Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan tanggal tersebut untuk menukarkan uang sebab lewat dari tanggal tersebut, pihaknya tidak lagi melayani penukaran uang, “katanya.

Sementara itu, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog)

Subdivre Tulungagung, Jawa Timur, fokus pada kegiatan pasar sembako murah, yang digelar pemda setempat, dan menghentikan seluruh operasi pasar untuk empat jenis komoditas di Kabupaten Tulungagung dan Blitar.

Jika mengacu jadwal, maka pasar murah di lapangan GOR Lembupeteng dijadwalkan selama 21-27 Mei. Sementara di Kota Blitar akan dilaksanakan selama tiga hari, terhitung mulai 27-29 Mei. "Kalau Trenggalek sementara belum ada jadwalnya, tapi Pemkab Trenggalek sudah rencanakan memanggil Bulog juga untuk berpartisipasi," kata Kepala Bulog Subdivre Tulungagung Khrisna Murtiyanto.

Khrisna berharap pasar murah yang digelar di tiga kota yang menjadi wilayah kerjanya ini bisa optimal dalam mengendalikan fluktuasi harga sembako di pasaran. Terutama untuk empat jenis komoditas utama yang menjadi konsentrasi Bulog selama Ramadhan, yakni bawang putih, beras medium, gula pasir, dan minyak goreng.

BERITA TERKAIT

BTN Ingin Jadi Mitra Utama BP Tapera - Genjot Pembiayaan Rumah Murah

BTN Ingin Jadi Mitra Utama BP Tapera Genjot Pembiayaan Rumah Murah   NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk…

Tunggu Pernyataan Efek Efektif OJK - Krida Jaringan Bidik Dana IPO Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Menyatakan siap mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk tengah menunggu pernyataan efektif penerbitan…

Ini Penjelasan Harga Cabai Merah Stabil Tinggi

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan mencatat harga cabai merah keriting dan cabai merah besar di sejumlah pasar tradisional menunjukkan peningkatan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Ini Penjelasan Harga Cabai Merah Stabil Tinggi

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan mencatat harga cabai merah keriting dan cabai merah besar di sejumlah pasar tradisional menunjukkan peningkatan…

Perang Dagang Diharapkan Tidak Semakin Gerus Ekspor RI

NERACA Jakarta – PT. Bank Central Asia Tbk mengingatkan perlunya antisipasi dari pemerintah agar berlarutnya konflik perdagangan antara Amerika Serikat…

Reformasi WTO Untuk Mengembalikan Kredibilitas

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan reformasi terhadap Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dapat mengembalikan fungsi lembaga tersebut terhadap…