Batu Akik, Mitos dan Bisnis

NERACA

Bagi masyarakat rumpun Melanesia, bermacam cerita dan mitos seputar batu akik masih sangat kuat. Terutama pandangan bila kehidupan tidak dapat dipisahkan lagi dengan batu-batu tersebut. Seperti halnya mitos pada batu akik Combong (Bolong) yang banyak dipasaran seperti Sulaiman Combong, dan Kecubung Combong.

Batu Combong secara umum mempunyai ciri khas sebagai akik yang memiliki lubang di tengahnya, dan tembus sampai ke dasar akik. Selama ini, banyak dari masyarakat kita yang mencari batu Combong karena khasiat dan tuahnya.Walaupun batu Combong ini mudah kita temui dipasaran khususnya Sulaiman Combong, untuk mencari yang benar-benar bertuah, memang sangat sulit, karena untuk mengetahui bertuah atau tidak harus melalui serangkaian ritual pengetesan secara supranatural.

Batu Sulaiman Combong pun banyak juga yang tiruan, karena combongnya tidak dari alam tapi sengaja dibuat lubang sampai bawah. Menurut beberapa sumber, ada beberapa ciri dari batu akik combong yang asli; apabila dipegang, ada beban berat dan didalamnya mempunyai serabut urat batu.

Lalu ada lubang yang terdapat pada batu itu bersifat alami, dan bukan bikinan, tidak tampak seperti dikikir atau dibikin beraneka bentuk lubang, dipermukaan dalam lubang memiliki bentuk kasar dan tidak mulus.

Konon batu akik Combong memiliki banyak cerita dan salah satu cerita yang diambil dari salah satu sumber mengatakan bahwa batu ini sudah dikenal sejak zaman para Wali Songo (Abad ke-16 M), yang digunakan sebagai pengukur waktu jam untuk melaksanakan kewajiban sholat.

Para Wali memahami bila batu Combong pada masa itu dengan nama, Tuloq Ukur (batu pengukur). Batu ini akan jadi penentu waktu lewat sinar matahari yang masuk lewat lobangnya. Baru setelah para Wali menemukan cara lain yang lebih mudah untuk menentukan waktu sholat, Batu Combong beralih fungsi menjadi batu kecil lewat asahan tangan para Waliyullah yang disebut dengan nama Angki Jawa Sih Pingalem (Akik Jawa yang disukai). Mungkin dari asal nama inilah, sehingga batu ini mempunyai tuah atau berkhodam.

Selain mitos ada pula informasi bahwa cincin menjadi sebuah rahasia umum bahwa hampir semua pemimpin dunia mengenakan cincin agar terlihat berwibawa entah itu cincin dari batu atau sekedar cincin dari kuningan. Namun pernahkan Anda menyangka bila ternyata cincin dapat membangkitkan kewibawaan seseorang.

Sebetulnya seorang pemimpin menggunakan cincin sebagai simbol kebesaran bukanlah hal baru, sejak jaman Nabi Sulaiman putra Nabi Daud A.S memimpin kerajaan terbesar di bumi manusia dan gaib dari jagat Timur sampai ke Barat beliau menggunakan cincin kebesaran yang terkenal dengan cincin Ta’at Sulaiman.

Berawal dari sinilah para pakar paranormal membuat sebuah terobosan untuk memindah energi yang berfungsi untuk kewibawaan, penaklukan dan pengasihan pada sebuah benda, atau berupa keris, tombak sampai pada batu mustika atau batu akik yang dikenal mustika sulaiman, mustika yusuf, mustika semar mesem dan lain sebagainya.

Pada hakikatnya semua cincin mustika sejenis ini adalah berfungsi sama yaitu untuk kewibawaan, pengasihan dan penaklukan hanya saja energi pada setiap benda yang di isi berbeda beda tergantung tingkatan spiritual yang membuat mustika tersebut.

Benda mustika pengasihan yang paling bagus adalah benda pengasihan yang dihasilkan dari alam gaib, jenis benda dari alam gaib sebetulnya sama saja dengan pengisian hanya saja karena keikhlasan dan juga spiritual si pembuat yang tinggi membuat benda ciptaannya menjadi kuat dan pada akhirnya masuk ke alam gaib.

Memang benda dari alam gaib sudah tidak diragukan lagi energi dan kekuatannya namun dikarenakan benda tersebut sulit diperoleh, membuat benda alam gaib menjadi langka dan tentu saja harganya sangat mahal.

Related posts