Konsorsium Bank BUMN Bantu Pelindo - Beri Kredit Rp5,1 T

NERACA

Jakarta---Sekitar Tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan fasilitas pinjaman kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I senilai Rp5,12 triliun. Besarnya pinjaman itu, rencananya akan dialokasi untuk pembangunan proyek yang masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). "Pendanaan proyek itu sebagian besar dari konsorsium bank,” kata Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo I Bambang E Cahyana di Jakarta,26/3

Menurut Bambang, saat ini Pelindo I memiliki empat proyek yang masuk dalam program MPE3I. Adapun, total investasi keempat proyek tersebut sebesar Rp6,4 triliun.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, sumber pendanaan dari internal perseroan untuk pembangunan proyek MP3EI tersebut sekira 20 persen dari total investasi atau sekira Rp1,28 triliun. Sedangkan sisanya sebesar Rp5,12 triliun didanai dari PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk.

Sebelumnya, pada 2011, Bank Mandiri mendukung mendukung pembiayaan hingga Rp 1,2 triliun kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, dimana pengucuran pada tahap pertama adalah sebesar USD39 juta.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok menjelaskan PT Pelindo I akan menggunakan fasilitas kredit yang berjangka waktu hingga 2017 itu untuk pembiayaan kegiatan peremajaan dan penggantian peralatan dan fasilitas pelabuhan PT Pelindo I (Persero) khususnya di Belawan International Container Terminal (BICT) - yang menjadi sumber laba utama bagi perusahaan, di Cabang Pelabuhan Belawan dan cabang-cabang lain.

Bahkan Bank Mandiri telah memberikan pembiayaan sebesar Rp112,65 miliar kepada PT Pelindo I dalam bentuk fasilitas Letter of Credit, dimana salah satunya adalah untuk pengadaan container crane.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo I Harry Sutanto menjelaskan fasilitas kredit akan dapat memacu kinerja PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dari aspek operasional dan aspek keuangan sehingga pelayanan yang diberikan dapat memenuhi harapan pelanggan yang pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan ekonomi wilayah di sekitar pelabuhan (hinterland) dan mendorong perusahaan mencapai misi sebagai penyedia jasa kepelabuhan dan logistik yang berkualitas. “Wilayah kerja PT Pelindo I yang membentang di sepanjang Aceh, Sumatra Utara, Riau dan Kepulauan Riau, membutuhkan kualitas sarana pendukung pelabuhan yang baik untuk mendorong transaksi perdagangan antar pulau maupun antar negara”, ujar Fransisca dalam rilisnya hari ini.

PT Pelndo I mengelola 15 Cabang Pelabuhan, 11 Pelabuhan Perwakilan, 1 (satu) Unit Terminal Peti Kemas, 1 (satu) Unit Galangan Kapal, 1 (satu) Unit Depo Peti Kemas, serta unit-unit pendukung lainnya yang tersebar di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. **cahyo

Related posts