SMGR Bagikan Dividen Rp 1,23 Triliun

NERACA

Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Semen Indonesi (Persero) Tbk (SMGR) memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 1,23 triliun atau sekitar dari 40% dari laba bersih 2018 Rp 3 triliun. Dimana dividen yang dibagikan setara Rp 207.64 per lembar saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menaruh harapan tahun ini bisnis semen masih bisa tumbuh, meski proyeksinya di bawah dari capaian tahun 2018. Kemudian guna mendanai ekspansi bisnisnya, perseroan akan menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan tahap II tahun 2019 dengan total Rp 4,9 triliun. Disebutkan, obligasi ini diterbitkan dengan jumlah pokok sebesar Rp 3,48 triliun yang dijamin secara penuh (full commitment).

Nantinya obligasi ini terdiri dari dua seri yakni, seri A sebesar Rp 2,8 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar Rp 9% per tahun. Jangka waktu obligasi seri A ini adalah lima tahun terhitung sejak tanggal emisi. Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh sebesar 100% dari jumlah obligasi seri A pada saat jati tempo yakni 28 Mei 2024.

Kemudian, untuk seri B ditawarkan sebesar Rp 654 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,10% per tahun. Jangka waktu obligasi seri B adalah tujuh tahun terhitung sejak tanggal emisi. Pembayaran obligasi juga dilakukan secara penuh sebesar 100% dari jumlah obligasi seri B pada saat jatuh tempo, 28 Mei 2026.

Adapun sisa dari jumlah pokok obligasi yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp 1,41 triliun akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort). Bila jumlah dalam penjamin terbaik tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka atas sisa yang terjual tersebut tidak menjadi kewajiban SMGR untuk menerbitkan obligasi tersebut.

Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari bulan obligasi. Bunganya pun dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran pertama akan dilakukan pada 28 Agustus 2019 sedangkan pembayaran terakhir pada tanggal jatuh tempo masing-masing seri obligasi.

Adapun ada beberapa hal penting yang diperhatikan. Pertama, obligasi ini tidak dijamin dengan agunan khusus tetapi dijamin dengan jaminan yang bersifat khusus. Kedua, satu tahun setelah tanggal penjarahan, perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy-back) untuk sebagian atau seluruh obligasi sebelum tanggal pelunasan pokok obligasi.

BERITA TERKAIT

Rencanakan Divestasi Saham - Vale Indonesia Matangkan Transaksi Dengan Inalum

NERACA Jakarta – Setelah pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di istana September lalu mendapatkan dukungan soal rencana divestasi, kini…

Ketapatan Laporan Keuangan - BEI Catatkan 12 Emiten Belum Rilis Keuangan

NERACA Jakarta – Meskipun kepatuhan dan kedispilinan emiten dalam penyampaian laporan keuangan terus meningkat, namun pihak PT Bursa Efek Indonesia…

Adaro Eksplorasi Tambang di Tutupan dan Paringin

NERACA Jakarta – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan melanjutkan pengeboran di area Tutupan dan Paringin pada bulan ini. Dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…