Bidang Asset Daerah Pemkot Sukabumi Akan Lelang Kendaraan dan Satu Bangunan

Bidang Asset Daerah Pemkot Sukabumi Akan Lelang Kendaraan dan Satu Bangunan

NERACA

Sukabumi - Bagian Asset Daerah Pemkot Sukabumi akan melakukan lelang sejumlah kendaraan dan satu gedung bangunan dalam waktu dekat. lelang tersebut sudah disetujui oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Kendaraan tersebut diantaranya 3 unit kendaraan roda empat, kemudian empat kendaraan roda empat dan satu bangunan gedung kelurahan Citamiang Kecamatan Citamiang."Jadwalnya sih sekitar tanggal 27 yang akan datang, dan siapa saja bisa mengikuti karena lewat internet," ujar Kabid Asset Daerah Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Sukabumi Agus Mulyana, kepada Neraca, Rabu (22/5).

Agus mengatakan, kendaraan yang akan dilelang itu tentu saja sudah sesuai dengan aturan, dimana kendaraanya usianya sudah diatas masa ekonomis atau lebih dari 7 tahun. Jadi bisa dilakukan pelelangan."Tapi kita juga usulkan permohonan dulu ke Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Kemudian setelah itu nanti menjadwalkan pelaksanaanya," jelas Agus.

Agus juga mengungkapkan, tahun ini pemkot menambah empat kendaraan dinas. Yakni, satu tipe Honda CRV, dua Toyota Avanza dan satu unit Toyota Rush. Dari empat kendaraan itu belum keseluruhan didistribusikannya, atau baru sebagian."Yang sudah didistribusikan itu, kendaraan Honda CRV yang digunakan untuk Plt. Sekda dan Toyota Avanza ke Bagian Hukumi. Sisanya belum didistribusikan," ujar Agus.

Empat kendaraan itu, murni dibiayai oleh APBD tahun anggaran 2019. Sedangkan nanti di perubahan anggaran tahun 2019 belum bisa mengetahui apakah ada usulan tambahan kendaraan dinas atau tidak."Empat kendaraan dinas yang dari itu ada ajuan dari APBD murni tahun ini dan ada kebijakan dari walikota serta usulan dari kebutuhan," jelas Agus.

Saat ini ungkap Agus, kebutuhan akan roda empat tergolong masih kurang, atau masih terpenuhi sekitar 60 persen."Kalau dibilang masih kurang ya, bisa kurang juga. Sebab kami disini juga harus memetakan SKPD mana saja yang belum memiliki kendaraan operasional. Selain itu juga harus mendata kendaraan yang rusak atau sudah tidak layak lagi untuk beroperasi," pungkasnya.

Sekedar informasi, pada tahun 2018 lalu, berkaitan dengan jumlah kendaraan operasional, jumlah kendaraan dinas yang ada saat ini baik itu roda empat dan dua berjumlah 1128 unit. Dan semuanya masih layak pakai. Arya

BERITA TERKAIT

Bakti Anies Kepada Ibunda Patut Dicontoh

Bakti Anies Kepada Ibunda Patut Dicontoh NERACA Jakarta - Melalui media sosial, beredar foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang…

Sebanyak 44 Paket Pekerjaan Yang Masuk ke BPBJ Setda Kota Sukabumi

Sebanyak 44 Paket Pekerjaan Yang Masuk ke BPBJ Setda Kota Sukabumi NERACA Sukabumi - Sebanyak 44 paket pekerjaan yang masuk…

Kopi Luwak Karya Anak Kuningan Raih Juara

Kopi Luwak Karya Anak Kuningan Raih Juara NERACA Kuningan – Kopi yang diolah dengan beragam cara saat ini menjadi tren…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Aktivis Jakarta Adakan Syukuran Dua Tahun Anies Menjabat Gubernur DKI

Aktivis Jakarta Adakan Syukuran Dua Tahun Anies Menjabat Gubernur DKI NERACA Jakarta - Sejumlah aktivis Jakarta menggelar syukuran dua tahun…

Making Indonesia 4.0 - Perbaikan Alur Aliran Material Masuk Agenda Prioritas

Making Indonesia 4.0 Perbaikan Alur Aliran Material Masuk Agenda Prioritas NERACA Jakarta - Berdasarkan data tahun 2019, rata-rata biaya logistik…

Operasi Patuh Efektif Tingkatkan Kesadaran Bayar Pajak Kendaraan

Operasi Patuh Efektif Tingkatkan Kesadaran Bayar Pajak Kendaraan   NERACA Serang - Badan pendapatan daerah (Bapenda) Banten menilai operasi patuh Kalimaya…