Satu Juta Hektare Lahan Padi Ditargetkan Terlindungi Asuransi - Sektor Primer

NERACA

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun ini menargetkan satu juta hektare lahan padi milik petani terlindungi lewat program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai upaya agar petani mendapatkan ganti rugi jika terjadi gagal panen. Ke depan target tersebut akan ditingkatkan dua kali lipat.

"Tahun ini lahan padi (terasuransi) kami targetkan realisasinya satu juta hektare, mudah-mudahan bisa tercapai. Kalau tercapai 100 persen tahun ini, kami tingkatkan lagi targetnya menjadi dua kali lipat," kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy di; Jakarta, disalin dari Antara.

Sarwo Edhy menyebutkan realisasi AUTP pada 2018 sekitar 806.200 hektare dari target satu juta hektare (80,62 persen) dan tahun 2017 mencapai 997.961 hektare dari target satu juta hektare.

Perkembangan AUTP Tahun 2019 sejauh ini mencapai realisasi luas lahan 76.702 hektare atau 7,67 persen dari target pemerintah. Tahun ini Kementan mendapat pagu anggaran sebesar Rp144 miliar untuk AUTP.

Ada pun pelaksanaan asuransi pertanian, baik AUTP maupun Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) bekerja sama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). AUTP menawarkan ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektare dengan masa pertanggungan sampai masa panen (4 bulan). Premi yang dibayarkan sebesar Rp180.000 per hektare, namun petani hanya membayar Rp36.000 per hektare dan sisanya Rp144.000 ditanggung pemerintah.

Sarwo Edhy menyebutkan klaim kerugian petani tahun 2018 mencapai 12.194 hektare (1,51 persen) dan pada 2017 tercatat seluas 25.028 hektare. Umumnya klaim kerugian ini akibat banjir yang dialami petani.

Sementara itu, Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) tahun ini menargetkan 120.000 ekor. Realisasinya sejauh ini baru mencapai 7.553 ekor. AUTS/K yang melindungi hewan ternak ini dikenakan premi sebesar Rp200.000 per ekor per tahun. Peternak hanya membayar Rp40.000 per ekor dan sisanya Rp160.000 ditanggung pemerintah. "Ganti rugi yang dibayarkan sebesar Rp10 juta per ekor jika mati dan Rp7 juta per ekor jika hilang," kata Sarwo Edhy.

Saat ini Kementan telah membuka pendaftaran peserta asuransi melalui daring SIAP (Sistem Informasi Asuransi Pertanian) yang akan mempermudah petani untuk mengikuti program tersebut.

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian mencatat dalam kurun waktu 2015-2019 pemerintah telah membangun jaringan irigasi yang dapat mengairi lahan sawah seluas 3,13 juta hektare.

Kementan Sarwo Edhy mengatakan pengembangan jaringan irigasi tersier ini telah meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) sebesar 0,5 sehingga berdampak pada peningkatan produksi sebanyak 8,21 juta ton.

"Kami sudah memperhitungkan bahwa jaringan irigasi kita ini hampir 40 persen sudah rusak selama 50 tahun, sehingga kami melakukan perbaikan dengan standar-standar yang diikuti sesuai Kementerian PUPR agar jaringan irigasi bisa kuat," kata Sarwo Edhy.

Ia menyebutkan bahwa irigasi telah mampu mempertahankan produksi padi sebanyak 16,36 juta ton. Total produksi padi selama lima tahun pada area yang terdampak rehabilitasi irigasi mencapai 24,37 juta ton. Kementan mengimbau agar masyarakat dapat memelihara jaringan irigasi tersier yang sudah dibangun sehingga bisa bertahan hingga 40 tahun ke depan.

Selain jaringan irigasi, irigasi perpompaan juga telah ditingkatkan selama tiga tahun terakhir (2016-2019). Total irigasi perpompaan sebanyak 2.358 unit dengan estimasi luas layanan per unit seluas 20 hektare, maka, luas areal yang dapat diairi saat musim kemarau seluas 47.160 hektare.

Irigasi perpompaan juga mendukung komoditas hortikultura dan perkebunan mencapai 4.290 hektare luas lahan yang dapat diairi saat musim kemarau. Sementara itu untuk komoditas peternakan, irigasi dapat melayani 3.220 ekor ternak yang terjamin ketersediaan air minum dan sanitasi kandang.

Dalam kegiatan irigasi, Kementan juga membangun embung sebanyak 2.692 unit yang mampu memberikan dampak pertanaman seluas 73.850 hektare. Bila dapat memberikan dampak kenaikan IP 0,5, akan terjadi penambahan luas tanam sekitar 36.930 hektare dan penambahan produksi 384.020 ton.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Mayling Oey Gardiner mengatakan kaum milenial sangat berperan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kemakmuran para petani.

"Milenial mampu melaksanakan hasil penelitian untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pertanian," kata Mayling dalam Simposium Kebangsaan dan Perayaan 111 Tahun Kebangkitan Nasional di Gedung IMERI, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Simposium Kebangsaan itu diadakan oleh Forum Koordinasi Lintas Fakultas Alumni Universitas Indonesia (Fokal UI) dengan tema "Visi Indonesia 2045: Berdaulat, Maju, Adil dan Makmur".

Dia menuturkan milenial muda dan berpendidikan yang masuk ke sektor pertanian membawa hawa segar bagi perkembangan sektor pertanian karena mereka penuh dengan ide kreatif dan inovasi.

BERITA TERKAIT

Mendag Pastikan Harga Bapok di Solo Jelang Nataru Aman

NERACA Kementerian Perdagangan Kemendag menjamin bahwa pasokan bahan pokok di Solo, Jawa Tengah menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020…

Presiden Ingin Impor Petrokimia Ditekan

Presiden Ingin Impor Petrokimia Ditekan   NERACA Cilegon - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik baru polyethylene (PE) PT Chandra…

Kemenperin Komit Mendorong Sektor IKM

NERACA Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong perkembangan peranan perempuan dalam bidang usaha, termasuk industri kecil menengah (IKM).…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

KKP Siap Mendorong Pembudidaya melalui KUR

NERACA Jakarta – Komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mendorong pembudidaya ikan tidaklah main-main. Hal ini dibuktikan dengan mendorong para…

Industri Es Krim, 5 Tahun Kedepan Tumbuh 10 persen

NERACA Jakarta  - Siapa yang tidak suka es krim? Banyaknya konsumen es krim maka industri ini dalam 5 tahun kedepan…

BGR Merevitalisasi Gudang Semi Factory

NERACA Medan – Demi memajukan sebuah industri bidang logistics maka PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), atau BGR Logistics merevitalisasi gudang…