Masjid Kesultanan Ternate Jadi Tujuan Wisatawan pada Ramadan

Masjid Kesultanan Ternate menjadi tujuan utama bagi wisatawan saat berkunjung di wilayah di Maluku Utara (Malut) pada Bulan Suci Ramadan. Pasalnya, lokasi ini memiliki kekhasan, baik dari segi arsitektur bangunan maupun cara beribadah. "Saya sudah lama mendengar berbagai kekhasan yang dimiliki Masjid Kesultanan Ternate, maka ketika datang ke Ternate ini, yang pertama dikunjungi adalah masjid kesultanan itu," kata salah seorang wisatawan dari Surabaya, Mardiyanto di Ternate, Minggu dikutip dari Antara.

Masjid Kesultanan Ternate yang terletak di kelurahan Soa Sio atau sekitar 300 meter dari Kedaton Ternate merupakan salah satu masjid tertua di Ternate dan hingga kini masih mempertahankan tradisi beribadah yang diwariskan para leluhur.

Ia mengaku menyempatkan diri ikut salat tarawih di Masjid Kesultanan Ternate. Ia melukisnya sebagai salat tarawih yang sangat berkesan karena belum pernah merasakan dan melihat tradisi salat tarawih di masjid lain seperti di Masjid Kesultanan Ternate itu.

Jamaah yang mengikuti salat tarawih di Masjid Kesultanan Ternate semuanya laki-laki dan harus memakai celana panjang serta penutup kepala atau peci yang sudah menjadi ketentuan sejak zaman dahulu.

Salah seorang perangkat Kesultanan Ternate, Ridwan Dero menjelaskan tradisi beribadah di Masjid Kesultanan Ternate itu, baik saat salat lima waktu maupun salat tarawih dan salat Idul Fitri atau Idul Adha tidak menyimpang dari ketentuan Islam. Sehingga tetap dipertahankan sebagai kekhasan kearifan lokal peninggalan leluhur.

Masjid Kesultanan Ternate tidak hanya memiliki kekhasan dalam tradisi beribadah, tetapi juga arsitektur bangunannya, seperti atapnya yang bertingkat tujuh sebagai simbol tujuh lapis langit dan adanya tempat khusus di masjid itu untuk Sultan ketika melaksanakan ibadah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Ternate Samin Marsaoly mengatakan Masjid Kesultanan Ternate itu merupakan salah satu objek wisata religi yang terus dipromosikan untuk menarik kunjungan wisatawan terutama pada Bulan Suci Ramadan. Masih banyak objek wisata religi lainnya yang bisa dinikmati di Ternate, seperti Kedaton Kesultanan Ternate yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah Islam dan kompleks makam para sultan di sekitar Masjid Kesultanan Ternate.

Di sisi lain, Masjid Kesultanan Ternate menjadi tujuan utama bagi wisatawan saat berkunjung di Ternate, Maluku Utara (Malut) pada bulan suci Ramadhan, karena memiliki kekhasan, baik dari segi arsitektur bangunan maupun cara beribadah.

"Saya sudah lama mendengar berbagai kekhasan yang dimiliki Masjid Kesultanan Ternate, maka ketika datang ke Ternate ini, yang pertama dikunjungi adalah masjid kesultanan itu," kata salah seorang wisatawan dari Surabaya, Mardiyanto di Ternate.

Masjid Kesultanan Ternate yang terletak di kelurahan Soa Sio atau sekitar 300 meter dari Kedaton Ternate merupakan salah satu masjid tertua di Ternate dan hingga kini masih mempertahankan tradisi beribadah yang diwariskan para leluhur.

Dia mengaku menyempatkan diri ikut shalat tarawih di Masjid Kesultanan Ternate dan menggambarkannya sebagai shalat tarawih yang sangat berkesan karena belum pernah merasakan dan melihat tradisi shalat tarawih di masjid lain seperti di Masjid Kesultanan Ternate itu.

Jamaah yang mengikuti shalat tarawih di Masjid Kesultanan Ternate semuanya laki-laki dan harus memakai celana panjang serta penutup kepala atau peci yang sudah menjadi ketentuan sejak zaman dahulu. Salah seorang perangkat Kesultanan Ternate, Ridwan Dero menjelaskan tradisi beribadah di Masjid Kesultanan Ternate itu, baik saat shalat lima waktu maupun shalat tarawih dan shalat Idul Fitri atau Idul Adha tidak menyimpang dari ketentuan Islam, sehingga tetap dipertahankan sebagai kekhasan kearifan lokal peninggalan leluhur.

Masjid Kesultanan Ternate tidak hanya memiliki kekhasan dalam tradisi beribadah, tetapi juga arsitektur bangunannya, seperti atapnya yang bertingkat tujuh sebagai simbol tujuh lapis langit dan adanya tempat khusus di masjid itu untuk Sultan ketika melaksanakan ibadah. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Ternate, Samin Marsaoly, mengatakan Masjid Kesultanan Ternate itu merupakan salah satu objek wisata religi yang terus dipromosikan untuk menarik kunjungan wisatawan terutama pada bulan suci Ramadhan. Masih banyak obyek wisata religi lainnya yang bisa dinikmati di Ternate, seperti Kedaton Kesultanan Ternate yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah Islam dan kompleks makam para sultan di sekitar Masjid Kesultanan Ternate.

BERITA TERKAIT

Inflasi Jakarta Pada Mei 0,59%

    NERACA   Jakarta - Inflasi di DKI Jakarta pada Mei 2019 tercatat 0,59 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya…

Kota/Kabupaten Bandung Tujuan Favorit Urbanisasi Pascalebaran

Kota/Kabupaten Bandung Tujuan Favorit Urbanisasi Pascalebaran NERACA  Bandung - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Barat menyatakan Kabupaten/Kota Bandung…

Wujudkan Kenyamanan Ibadah Hari Raya, NU Care dan Alfamidi Renovasi Masjid di 12 Kota

Jakarta, Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah, NU Care-LAZISNU dan Alfamidi merealisasikan program Bedah Rumah Ibadah (Berubah),…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Objek Wisata Sejarah di Peneleh yang Terabaikan

Peneleh merupakan salah satu kampung kuno di Surabaya yang sudah berusia ratusan tahun. Kampung ini menjadi saksi perjalanan Surabaya, bahkan…

Masjid Kesultanan Ternate Jadi Tujuan Wisatawan pada Ramadan

Masjid Kesultanan Ternate menjadi tujuan utama bagi wisatawan saat berkunjung di wilayah di Maluku Utara (Malut) pada Bulan Suci Ramadan.…

Menelusuri Sejarah Kampung Deret di Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Kampung Deret, di Jalan Tanah Tinggi I, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/5), untuk…