Adi Sarana Beli 6.500 Unit Armada Baru - Anggarkan Capex Rp 1,6 Triliun

NERACA

Jakarta - Danai penambahan armada baru guna menunjang bisnisnya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 1,6 triliun. Belanja modal tersebut naik 33,3% dari realisasi belanja modal tahun lalu sebesar Rp 1,2 triliun.

Kata Direktur Adi Sarana Armada, Hindra Tanujaya, anggaran belanja modal atau capital expenditure ini sebagian besar itu sekitar Rp1,3 triliun untuk pembelian kendaraan baru, sisanya untuk pengembangan bisnis baru, “Tahun ini perseroan berencana untuk melakukan pembelian 6.500 unit armada baru untuk melakukan pelayanan terhadap pelanggan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sementara sepanjang tahun ini, emiten transportasi ini telah merealisasikan pembelian kendaraan baru sebanyak 1089 unit kendaraan. Disebutkan, realisasi capex sendiri di kuartal I/2019 sudah Rp300 miliar lebih. Presiden Direktur Adi Sarana Armada, Prodjo Sunarjanto menambahkan bahwa sebagian dari capex yang dianggarkan perseroan akan dialokasikan untuk pengembangan usaha di bidang digital.

Perseroan saat ini tengah mengembangkan layanan aplikasi sewa kendaraan daring bernama Share Car dan juga layanan jual beli mobil bekas melalui situs caroline-id.com.“Digital ini baru dimulai, tahun ini kontribusi digital belum besar, karena ini investasi jangka panjang,” ujarnya.

Dari lini bisnis penjualan mobil bekas melalui balai lelang PT JBA Indonesia yang telah diakuisisi perseroan pada Februari lalu, perseroan menargetkan penjualan mobil bekas pada tahun ini sebanyak 40.000 unit. Target tersebut lebih tinggi dari realisasi penjualan mobil bekas pada tahun lalu yang terjual 17.000 unit.“Jasa lelang meskipun dalam rupiah kecil tapi growth-nya paling besar, tahun meningkat 45%,”paparnya.

Tahun ini ASSA menargetkan pendapatan sekitar Rp2,1 triliun atau lebih tinggi dari pendapatan perseroan Rp1,69 triliun.“Penyumbang terbesarnya masih di rental kendaraan, kedua bisnis penjualan, bisnis mobil bekas, logistik, dan jasa lelang,” ungkapnya.

Untuk bisnis lelang kendaraan, perseroan mengaku optimis akan meningkat di tahun ini. Apalagi perusahaan ini berniat mengakuisisi 51% saham salah satu perusahaan lelang kendaraan. Direktur ASSA Jany Chandra menjelaskan, peluang bisnis di bursa mobil bekas memang potensial. Mengingat jumlah unit lelang di Indonesia masih relatif kecil dibandingkan pasar otomotif Indonesia. Adapun tahun 2018 pertumbuhan unit terjualnya kendaraan di balai lelang Assa diklaim tumbuh 54%.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…