Honda Bantu Masyarakat Nelayan Pulau Tunda

NERACA

Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan di Pulau Tunda dengan memberikan bantuan berupa tujuh buah rumpon yang bermanfaat untuk meningkatkan hasil tangkapan.

YAHM memberikan bantuan rumpon ini dengan tujuan dapat membantu nelayan di sekitar Pulau Tunda Karang Antu, Serang, Banten, dalam meningkatkan hasil tangkapannya. Satu rumpon diperkirakan dapat menghasilkan tangkapan ikan lebih dari satu ton yang dapat dipanen secara berkala.

Rumpon atau Fish Aggregating Device (FAD) adalah salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang dilaut, baik laut dangkal maupun laut dalam. Pemasangan tersebut dimaksudkan untuk menarik gerombolan ikan agar berkumpul disekitar rumpon, sehingga ikan mudah untuk ditangkap.

Pembuatan rumpon ikan sebenarnya adalah salah satu cara untuk mengumpulkan ikan, dengan membentuk kondisi dasar laut menjadi mirip dengan kondisi karang–karang alami, rumpon membuat ikan merasa seperti mendapatkan rumah baru. Meski untuk mengetahui keberhasilanya dibutuhkan waktu yang tidak sedikit sekitar 3- 6 bulan namun usaha pembuatan rumpon ini merupakan solusi terbaik meningkatkan hasil perikanan di laut.

“Dengan pemberian bantuan rumpon ini kami berharap masyarakat nelayan Pulau Tunda memperoleh nilai tambah lebih cepat, hasil tangkapan ikannya lebih banyak sehingga tercipta kesejahteraan yang lebih baik,” kata Ketua YAHM Hari Sasono.

“Kami para nelayan sangat membutuhkan bantuan dalam pembuatan rumpon ini, karena dari pengalaman kami, rumpon ini dapat meningkatkan hasil para nelayan di Pulau Tunda. Dengan rumpon ini kami tidak lagi terpengaruh pada musim barat dalam mencari ikan, karena letak rumpon yang tidak jauh dari perkampungan”, kata salah seorang nelayan yang dikenal dengan nama Mumu.

Dia menambahkan rumpon akan menjadi tempat berteduh ikan-ikan kecil sehingga mengundang ikan-ikan besar untuk mendatangi rumpon. Kondisi ini memudahkan nelayan untuk memancing ikan besar tanpa harus berlayar jauh ke tengah lautan untuk mencari ikan-ikan yang besar.

“Saya sering coba memancing menggunakan perahu di dekat rumpon teman. Sehari saja bisa menghasilkan ikan sampai 80 kg. Bila diuangkan bisa senilai lebih Rp800.000,” katanya.

Pembuatan Rumpon

Rumpon dalam bahasa kelautan adalah karang buatan yang dibuat oleh manusia dengan tujuan sebagai tempat berkumpul ikan. Rumpon merupakan rumah buatan bagi ikan di dasar laut yang dibuat secara sengaja dengan menaruh berbagai jenis barang di dasar laut seperti ban, dahan dan ranting dengan pohonnya sekaligus. Barang–barang tersebut dimasukkan dengan diberikan pemberat berupa beton, batu–batuan dan penberat lainnya sehingga posisi dari rumpon tidak bergerak karena arus laut. Barang–barang yang dimasukkan kedalam laut dapat terus ditambah secara berlanjut untuk menambah massa rumpon.

YAHM merancang khusus rumpon dengan kontruksi GRC (Glasswooll Reinforce Cement) yang berukuran 1 x 1 m. Bahannya disusun menyerupai piramida dengan diisi daun nyiur yang diharapkan akan menjadi sarang ikan. Dengan konstruksi ini, ikan-ikan yang sedang dalam masa reproduksi akan bersarang dan bertelur di dalam rumpon bahkan ikan yang lain dapat mengundang ikan lain untuk menetap di sekitar rumpon.

Pemasangan rumpon dari YAHM ini dilakukan di laut dengan kedalaman 30 meter. Posisinya berjarak sekitar 3 mil dari bibir pantai Pulau Tunda dengan harapan dapat mudah dijangkau oleh nelayan. Penyerahan bantuan ini dilakukan pada pekan lalu oleh Yudi Yozardi, perwakilan YAHM kepada Hasyim, Kepala Desa Wargasara Pulau Tunda.

Pembuatan rumpon, selain untuk diambil hasil ikannya untuk keperluan sendiri, dapat juga disewakan kepada para pemancing yang memang mencari kesenangan mencari ikan di lokasi yang banyak ikannya. Para pemancing yang memang membutuhkan hot spot memancing yang bagus dapat menyewa rumpon ini sebagai alternatif memancing yang cukup mudah.

Pihak YAHM berharap keberadaan rumpon ini dapat dirawat dengan baik oleh masyarakat nelayan agar dapat memberikan kesejateraan yang berkesinambungan.

Related posts