Smartfren Konversi Obligasi Jadi Saham

NERACA

Jakarta –Bayar obligasi yang jatuh tempo, PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) mengumumkan bahwa perseroan akan menjalankan konversi atas obligasinya. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, perseroan akan melangsungkan konversi atas Obligasi Wajib Konversi (OWK) menjadi saham seri C Perseroan.

Rencana aksi ini pun telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan yang diseIenggarakan pada tanggal 30 Mei 2018.OWK yang akan dikonversi adalah OWK ll dengan nilai nominal Rp100 per saham pada harga pelaksanaan Rp100 per saham dan jumlah saham hasil konversi OWK II tersebut sebanyak 22 milliar Iembar saham seri C perseroan.

Adapun, perihal pelaksanaan konversi OWK ll dan pencatatan saham-saham baru hasil konversi OWK II akan segera dilaksanakan pada 27 Mei 2019 di Bursa Efek Indonesia. Sebagai informasi, perusahaan telekomunikasi ini mengalokasikan belanja modal atau capital expenditures (capex) sebesar US$200 juta atau sekitar Rp 2,8 triliun pada tahun iniuntuk memperkuat layanan jaringandi Indonesia.

Direktur Utama Smartfren Telecom, Merza Fachys pernah bilang, capex US$ 200 juta,pendanaannya sudah melakukan corporate action yang disetujui di bulan September, masih ada dua hal yang belum dilaksanakan yaitu waran seri 2, dan juga yang seri 4. Disampaikannya, sejak tahun 2014, industri telekomunikasi mengalami tekanan yang cukup berat. Tekanan itu bersumber dari perubahan teknologi seperti masuknya teknologi 4G di tahun 2015, sehingga perusahaan telekomunikasi mau tidak mau harus menyiapkan belanja modal yang sangat besar.

Pada saat yang sama, katanya, layanan suara (voice) dan pesan singkat (short message service/SMS) terus merosot. Oleh karena itu, dengan fokus perluasan jaringan tersebut, FREN menargetkan tahun ini akan membangun lebih dari 3.000 base transceiver station (BTS). "BTS kami sekarang hampir 17.000, target tahun ini 20.000 lebih," tuturnya.

FREN mengakui, ekspansi layanan di luar Jawa masih sangat bergantung pada belanja modal yang sangat besar. Hanya saja seiring adanya intervensi pemerintah melalui Palapa Ring, belanja modal untuk investasi perluasan jaringan di luar Jawa tidak sebesar sebelumnya. Kemudian tahun ini, FREN membidik 10 juta pelanggan baru sehingga mencapai target perusahaan melayanai 25 juta nomor di jaringan. Perseroan menjelaskan, penambahan jumlah pengguna tetap menjadi prioritas Smartfren pada tahun ini.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Percepat Dokumentasi Kredit - Bank BTN Luncurkan Web e-Mitra Operation

Dalam rangka meningkatkan kualitas kredit dan layanan kepada debitur, khususnya debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…