Energi Mulai Produksi Gas di Blok Bentu

NERACA

Jakarta — Di kuartal kedua tahun ini, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) memastikan akan memulai produksi gas dari dari fasilitas Segas Gas Plant II (SGP II) yang terletak di Kabupaten Pelalawan, Riau, Sumatra. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Produksi gas tersebut berasal dari blok Bentu KKS yang dimiliki dan dioperasikan 100% oleh perseroan. Perseroan menjelaskan, SGP II memiliki kapasitas produksi 60 juta kaki kubik gas per hari. Fasilitas itu akan menyalurkan gas hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan di Refinery Unit II Dumai milik PT Pertamina (Persero).

Skema tersebut sesuai dengan perjanjian jual beli gas yang telah diteken oleh EMP Bentu Limited dengan Pertamina. Gas akan disalurkan melalui jaringan pipa gas PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) dengan titik penyerahan di stasiun pengukuran gas segat atau Segat Delivery Station (SDS).

Syailendra S. Bakrie, CEO dan Direktur Energi Mega Persada menjelaskan bahwa fasilitas SGP II dan SDS merupakan pengembangan lanjutan dari Blok Bentu. Sebelumnya, sejak 2011, Blok Bentu KKS telah memproduksi gas menggunakan Segat Gas Plant I (SGP I) yang juga terletak di Kabupaten Pelalawan.

Gas yang dihasilkan SGP I, lanjut dia, dibeli oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk pembangkit listrik di Pekanbaru, Riau. Pada kuartal I/2019, SGP I telah memproduksi 45 juta kaki kubik gas per hari dari total kapasitas 60 kaki kubik gas per hari.”Saat ini fasilitas SGP II memproduksi tambahan 10 juta kaki kubik gas per hari [dari total kapasitas 60 juta kaki kubik gas per hari] sesuai dengan perjanjian jual beli yang ada,” ujarnya.

Edoardus A. Windoe, CFO dan Direktur Energi Mega Persada mengatakan tambahan produksi akan berdampak positif terhadap pendapatan perseroan. Menurutnya, peningkatan dari Blok Bentu KKS tidak terlepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk SKK Migas.

Sebagai catatan, ENRG mengoperasikan cadangan terbukti, terukur, dan terkira sebesar 10,46 juta barel minyak dan 1,1 triliun kaki kubik gas per 30 September 2018. Pada tahun lalu, produksi minyak mencapai 1.780 barel minyak per hari dan 132 juta kaki kubik gas per hari. Perseroan tahun ini memperkirakan kinerja keuangan akan pulih seiring dengan produksi beberapa aset migas milik perseroan yang diperkirakan meningkat dan akan mengangkat kinerja.”Kami berharap dapat memperbaiki kinerja keuangan mulai awal tahun ini. Didukung pertumbuhan produksi dari aset kami di Riau, Sumatra Utara dan Jawa Timur," kata Direktur& CFO Energi Mega Persada, Edoardus Ardianto.

Perseroan saat ini fokus melakukanrefinancingutang US$50 juta dari PST Finance Ltd yang diproyeksikan menghasilkaninterest cost savingsekitar US$4 juta per tahun. Aksi korporasi perseroan telah mendapatkan restu dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

BERITA TERKAIT

Kesepakatan Awal Pengembangan Blok Masela Resmi Diteken

  NERACA   Jakarta - Kesepakatan awal atau Head of Agreement (HOA) pengembangan lapangan hulu minyak dan gas abadi di…

Targetkan Produksi 800 Ribu MT - BOSS Genjot Produksi di Semester Dua

NERACA Jakarta - Emiten produsen batu bara berkalori tinggi PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) optimis mampu memacu produksi…

Penyaluran Gas PGN Naik 43,5%

  NERACA   Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN telah menyalurkan gas alam selama periode Januari sampai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Masih Rugi, Citra Putra Tidak Bagi Dividen

Mempertimbangkan kondisi perusahaan yang masih mencatatkan rugi sepanjang tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)…

Tawarkan IPO Rp 396-525 Persaham - Hensel Davest Tambah 300 Ribu Agen Baru

NERACA Jakarta – Dalam rangka penetrasi pasar, khususnya mengoptimalkan pasar di Timur Indonesia, PT Hensel Davest Indonesia Tbk sebagai perusahaan…

Sinar Mas Agro Bagi Dividen Rp 750 Per saham

NERACA Jakarta - Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk atau SMART (SMAR)…