Hidup Sehat Sejak Dini

NERACA

Untuk memberikan kesadaran hidup sehat pada anak-anak sebaiknya diajarkan untuk belajar hidup sehat dari sejak dini, karena dengan memberikan pengajaran sejak dini akan terbiasa hidup sehat sampai dewasa.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Prijo Sidipratomo Sp.Rad(K) Senin, 26/03 mengatakan, Tanamkan kesehatan sejak dini sangat penting untuk kesehatan pada anak, ini dikarenakan anak-anak sangat rentang terhadap penyakit.

Kebiasaan hidup sehat, menyenangi kebersihan dan keserasian harus ditanamkan sejak dini. Upaya menanamkan sikap hidup bersih dan sehat sejak dini memang harus dilaksanakan baik di sekolah maupun dirumah. Sebab hidup bersih dan sehat itu merupakan kebutuhan manusia.

Untuk itu dilakukan pembinaan dan pengembangan melalui UKS. “Anak-anak memang perlu diberikan pengetahuan mengenai cara memelihara kebersihan dan kesehatan agar anak-anak dapat merubah sikap mental kearah positif dengan cara mencintai kebersihan, berbuat dan berperilaku hidup bersih dan sehat,” tuturnya.

Kegiatan UKS merupakan usaha-usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah dan lingkungannya. Tujuannya, untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar anak-anak dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.

Jalinan sinergi strategis tersebut akan membuat progran UKS dengan Dokter Kecil sebagai ujung tombaknya dapat lebih terarah dalam menjadikan Dokter Kecil sebagai agen perubahan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). program UKS dan dokter kecil sangat strategis untuk meningkatkan kebiasaan PHBS di Indonesia karena saat ini jumlah total SD di Indonesia sangat besar.

Saat ini upaya mewujudkan generasi yang lebih sehat masih menjadi tantangan semua pihak. PHBS pada anak-anak dan keluarga Indonesia masih rendah. Indeks Pembangunan Kesehatan (IPKM) 2010 menunjukan persentase rumah tangga yang memenuhi kriteria PHBS dengan kategori baik secara rata-rata nasional hanya 35,7%.

Sedangkan penduduk yang berperilaku benar dalam kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) secara rata-rata nasional hanya 24,5%. Padahal kebiasaan PHBS dan CTPS sangat efektif untuk mencegah beragam masalah kesehatan.

Edukasi dan sosialisasi PHBS kepada siswa SD sejak dini sangat penting karena satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak dan keluarga di Indonesia adalah diare, yang dapat dicegah dengan PHBS.

Hasil kajian morbiditas diare di masyarakat yang dilakukan Kemenkes menunjukan angka kesakitan diare pada golongan umur anak SD masih cukup tinggi. Pada usia 5-6 tahun mencapai rata-rata 190 per 1000 penduduk, sedangkan pada usia 10-14 mencapai rata-rata 170 per 1000 penduduk.

“Anak-anak mari menanam mulai sekarang karena pohon yang kalian tanam akan bermanfaat untuk masa depan kalian. Namun, jangan hanya menanam tapi juga harus dirawat sehingga dapat menikmati bumi yang indah dan hijau berseri,” tambahnya.

Sehat Hingga Tua

Hidup sehat hingga tua dapat dicapai jika orang mampu menanamkan pola hidup sehat yang terintegrasi sejak dini atau integrated preventive health. Pola makan sehat dan gaya hidup yang sehat akan lebih sempurna jika dibarengi dengan olah raga teratur sejak muda atau sebelum penyakit datang.

"Integreted preventive Health dan olah raga perlu dilakukan sejak dini sehingga tubuh tetap bugar dan orang bisa sehat hingga tua. Ketika orang telah sakit maka biaya perobatan jauh lebih besar, bahkan bisa membuat orang jatuh miskin karena terserang penyakit kronis."

Karena itu, masyarakat harus sadar dan benar-benar paham bagaimanan menjalankan pola hidup sehat yang tepat sehingga bisa tetap sehat. Untuk mendapatkan pemahaman yang benar bagaimana hidup sehat maka masyarakat harus mendapat bimbingan dari narasumber yang tepat.

"Banyak orang yang sadar akan pentinganya hidup sehat, namun dalam prakteknya masih banyak yang keliru karena pengetehuan yang terbatas. Akibatnya, pola hidup sehat tidak tercapai dengan baik karena kesalahan pemahaman bagaimana hidup sehat, contohnya daging baik dikomsumsi tapi pengolahannya harus tepat dan berapa banyak yang bisa dikonsumsi.”

Karena itu, selama ini pihaknya telah mengupayakan melaksanakan seminar kesehatan di berbagai daerah, yang juga dipadukan dengan berbagai kegiatan oleh raga di luar ruangan. Dengan paduan yang benar akan pelaksanaan pola hidup sehat dan olah raga sejak dini pihaknya berharap orang dapat menikmati usia pensiun dalam kondisi sehat.

"Selain kesehatan fisik, kesehatan psikis juga harus dijaga. Untuk itu perlu kegaiatan-kegiatan yang menyenangkan sehingga orang tetap merasa bahagia, seperti perlombaan-perlombaan atau rekreasi ke luar kota.”

Pada dasarnya sehat itu murah meriah, tergantung kedisiplinan akan kesadaran terhadap sehat itu sendiri. Menanamkan pentingnya menjaga kesehatan kepada balita kita, berarti membekali si kecil akan masa depan yang lebih cemerlang.

Dengan tubuh yang sehat, kita dapat melakukan aktivitas apapun. Dan hidup sehat yang paling utama adalah dimulai dari rumah. Biasakan anak-anak makan dari bahan-bahan yang sehat dan dimasak di rumah, terutama makanan yang mengandung banyak serat. Di rumah orangtua biasanya sudah mengerti, bahwa makanan yang sehat pasti seputar sayuran, buah-buahan, bumbu dapur yang alami, ikan dan daging yang segar dan sehat, tahu tempe, serta menghindari bahan pengawet, pewarna, dan perasa yang dibuat dari bahan kimia.

Namun sering kali kesadaran orangtua menjadi longgar saat mendapat si kecil sulit makan. Akhirnya, dicarilah cara yang praktis, misalkan dengan memberinya makanan instant seperti nugget, sosis, dan sebagainya.

Sebenarnya makanan tersebut boleh-boleh saja diberikan sekali-kali, tapi sebisa mungkin dikombinasikan dengan makanan sehat. Tentu bunda lebih tahu bagaimana mengombinasikan makanan tersebut agar tetap enak dari sisi rasa dan menarik penampilannya bagi si kecil.

Related posts