Permata Syariah Raup DPK Rp3,7 T

NERACA

Jakarta---PT PermataBank Syariah mengungkapkan berhasil memperoleh Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga naik sekitar 112% YoY menjadi Rp3,7 triliun. "Pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit berdampak pada rasio Financing-to-Deposit Ratio (FDR) yang mencapai 82% pada 2011, lebih rendah bila dibandingkan di 2011, yang mencapai 84%," kata Head of PermataBank Syariah Achmad K Permana, di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Senin (26/3)

Berdasarkan data, untuk tabungan dan giro PermataBank Syariah naik mencapai 102% secara YoY menjadi Rp2 triliun. Deposito berjangka juga meningkat hingga 127% YoY menjadi Rp1,6 triliun di akhir 2011. Sementara porsi dana murah mencapai 57% dari total simpanan.

Menurut Achmad, PermataBank Syariah menunjukan perbaikan yang berkesinambungan dalam mengelola kualitas pembiayaanya sebagaimana tercermin dalam rasio pembiayaan bermasalah Net Non Performing Financing yang membaik hingga satu persen pada Desember 2011 dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 2%.

Dalam hal ini, PermataBank Syariah juga mempertahankan tingkat permodalan yang sehat terhadap aktiva tertimbang menurut risiko dan mengakhiri periode dengan mencatat Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebesar 16% atau mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 11%. "Kami akan terus memberikan pelayanan prima kepada nasabah untuk menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai unggul kepada semua pemangku kepentingan," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Retail Banking Permata Bank Lauren Sulistiawati mengatakan PermataBank Syariah membukukan laba mencapai Rp133 miliar di 2011 atau naik 41% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp94 miliar. "PermataBank Syariah memiliki permodalan yang kuat dan likuiditas yang baik," ungkapnya

Adapun untuk total laba operasional naik 35 persen secara yoy menjadi Rp139 miliar yang ditopang oleh pertumbuhan pendapatan margin bersih dan dari pendapatan operasional lain. Pendapatan operasional lainnya naik sebesar 266 persen di 2011 menjadi Rp335,9 miliar dari Rp91,8 miliar di 2010. **maya

Related posts