BTN Bagikan Dividen Rp 561 Miliar

NERACA

Jakarta - Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 561 miliar untuk laporan keuangan 2018. Nilai dividen tersebut setara dengan 20% dari laba bersih sebesar 2018 sebesar Rp 2,8 triliun.

Kata Direktur BTN, Nixon Napitupulu, dengan jumlah dividen yang dibagikan sebesar Rp 561 miliar, maka dengan demikian dividen per saham yang akan diterima oleh investor berada pada kisaran Rp 53,03.”Terkait dividen pay out itu sekitar 20% atau kurang lebih Rp 561 miliar. Cum date dividen dalam waktu dekat,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Nixon menambahkan, alasan dividen pay out ratio yang cukup rendah dibandingkan bank BUMN lain karena tahun ini BTN membutuhkan penguatan modal pada tahun ini. Disebutkan, dalam rangka persiapan PSAK 71, perseroan butuh menjaga CAR (capital adequacy ratio). Maka laba ditahan jadi tahan 80% dari laba bersih sebagai tambahan modal.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,8 triliun pada 2018. Laba tersebut turun dari periode 2017 yang tercatat sebesar Rp 3,02 triliun. Atas dasar tersebut, perseroan mencatatkan laba bersih per saham Rp 265. Pada periode 2018, BTN mencatatkan pendapatan bunga bersih Rp 10,20 triliun atau naik dari periode 2017 yang sebesar Rp 9,44 triliun.

Kemudian hasil RUPST juga memutuskan perubahan pengurus perseroan dari jajaran direksi dan komisaris.RUPST mengubah nomenklatur jabatan Direksi Perseroan dari semula Direktur Strategy Compliance and Risk menjadi Direktur Compliance serta mengubah Direktur Finance and Treasury menjadi Direktur Finance, Treasury and Strategy.

Selain itu, RUPST juga memutuskan Nixon L.P Napitupulu untuk merangkap jabatan sebagai Direktur Finance,Treasury & Strategy sampai ada yang menggantikan Direktur Keuangan dan Treasury& Strategyyang sebelumnya dijabat oleh Iman Nugroho Soeko.

RUPST juga memberhentikan dengan hormat anggota Dewan Komisaris yakni Komisaris Utama I Wayan Agus Mertayasa, serta Parman Nataatmadja dan Maurin Sitorus sebagai komisaris. Posisi Komisaris Utama kini dipercayakan kepada Asmawi Syam, sedangkan posisi komisaris diserahkan kepada Kamaruddin Sjam dan Eko Djoeli Heripoerwanto.

Selanjutnya, hasil RUPST juga menyetujui perseroan untuk mengakuisisi mayoritas seluruh saham PNM Investment Manajemen yang merupakan anak usaha dari PNM dengan secara bertahap. Di samping itu, kata Direktur Utama BTN Maryono, perseroan akan terus menambah porsi saham PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja.”Untuk sementara bahwa kepemilikan BTN itu adalah 7% nilainya berapa, Rp 130 miliar itu sementara ya," ujar Maryono.

Dia mengatakan, porsi pemilikan saham ini belum final. Sebab, kepemilikannya akan terus bertambah dari saat ini hanya 7% atau setara dengan Rp 130 miliar."Memang LinkAja kepemilikan saham belum final, selalu berubah, memang kepemilikannya akan bertambah terus," jelasnya.

Dia mengatakan, pemilik saham LinkAja tidak hanya bank pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dia berharap, LinkAja akan semakin besar karena ada perusahaan pelat merah lain yang memiliki saham LinkAja."Kita harapkan kepemilikan tidak hanya Himbara tapi juga beberapa perusahaan BUMN lain terkait pengembangan LinkAja menjadi lebih besar dan cepat melayani masyarakat Indonesia," ujar Maryono.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Percepat Dokumentasi Kredit - Bank BTN Luncurkan Web e-Mitra Operation

Dalam rangka meningkatkan kualitas kredit dan layanan kepada debitur, khususnya debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…