MUI Perlu Mengeluarkan Fatwa untuk Jaga Keutuhan Umat dan Bangsa - KOTA SUKABUMI

MUI Perlu Mengeluarkan Fatwa untuk Jaga Keutuhan Umat dan Bangsa

KOTA SUKABUMI

NERACA

Sukabumi - Penolakan terhadap aksi people power kembali berdatangan. Kali ini puluhan ulama, cendekiawan muslim dan pengurus Pondok Pesantren di kota Sukabumi bersepakat menolak aksi tersebut. Para ulama tersebut juga mengimbau agar masyarakat tidak terpancing dan terprovokasi terhadap isu-isu yang bisa memecah belah umat dan bangsa.

Sekretaris Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi Muhammad Kusoy mengatakan, MUI dipandang perlu mengeluarkan sebuah fatwa untuk menjaga keutuhan bangsa. Sebagai lembaga fatwa dan pemersatu umat, MUI dipandang perlu mengeluarkan sebuah fatwa untuk menjaga keutuhan bangsa."Ya, dipandang perlu adanya fatwa dan nasehat untuk ummat, umarao termasuk kepada pemerintah untuk tetap menjaga persatuan ummat dan bangsa," kata Kusoy saat membacakan sikap penolakan terhadap aksi people power di salah satu rumah makan yang berada di Jalan Lingkar Selatan, kemarin.

Bahkan dalam pertemuan dan musyawarah para ulama para alim ulama, cendikiawan muslim dan pimpinan pondok pesantren se Kota Sukabumi tersebut, telah melahirkan sembilan sikap. Diantaranya, berisi tentang ulama yang harus bisa menjadi penengah dan menjawab semua tantangan yang ada."MUI bakal sigap melihat kondisi saat ini. Sembilan sikap yang dibacakan ini untuk menjaga persatuan ummat," ujarnya.

Ketika disinggug mengenai isu people power yang beredar saat ini, Kusoy meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing. Sebab, people power baik itu langsung atau tidak langsung bertentangan dengan ajaran islam."Kami menolak adanya people power. Dan sudah jelas alasan penolakan kami ini. Yakni aksi itu bertentangan dengan ajaran islam," tegas Kusoy.

Kusoy juga meminta agar semua masyarakat tetap bersabar menunggu hasil keputusan resmi dari KPU tentang hasil Pemilu. Baik itu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden maupun legislatifnya."Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil dari KPU. Jangan terprovokasi dengan isu yang akan membahayakan umat dan bangsa," pungkas Kusoy. Arya

BERITA TERKAIT

Bakti Anies Kepada Ibunda Patut Dicontoh

Bakti Anies Kepada Ibunda Patut Dicontoh NERACA Jakarta - Melalui media sosial, beredar foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang…

Sebanyak 44 Paket Pekerjaan Yang Masuk ke BPBJ Setda Kota Sukabumi

Sebanyak 44 Paket Pekerjaan Yang Masuk ke BPBJ Setda Kota Sukabumi NERACA Sukabumi - Sebanyak 44 paket pekerjaan yang masuk…

Kopi Luwak Karya Anak Kuningan Raih Juara

Kopi Luwak Karya Anak Kuningan Raih Juara NERACA Kuningan – Kopi yang diolah dengan beragam cara saat ini menjadi tren…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Aktivis Jakarta Adakan Syukuran Dua Tahun Anies Menjabat Gubernur DKI

Aktivis Jakarta Adakan Syukuran Dua Tahun Anies Menjabat Gubernur DKI NERACA Jakarta - Sejumlah aktivis Jakarta menggelar syukuran dua tahun…

Making Indonesia 4.0 - Perbaikan Alur Aliran Material Masuk Agenda Prioritas

Making Indonesia 4.0 Perbaikan Alur Aliran Material Masuk Agenda Prioritas NERACA Jakarta - Berdasarkan data tahun 2019, rata-rata biaya logistik…

Operasi Patuh Efektif Tingkatkan Kesadaran Bayar Pajak Kendaraan

Operasi Patuh Efektif Tingkatkan Kesadaran Bayar Pajak Kendaraan   NERACA Serang - Badan pendapatan daerah (Bapenda) Banten menilai operasi patuh Kalimaya…