Surya Citra Media Targetkan Bisnis Tumbuh 10% - Permintaan Iklan Meningkat

NERACA

Jakarta – Berhasil menjaga pertumbuhan kinerja keuangan yang positif di kuartal pertama tahun ini, menjadi keyakinan bagi PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) bila tahun ini target bisnis masih terjaga positif. Perusahaan pemilik stasiun televisi SCTV dan Indosiar ini membidik pertumbuhan top line dan bottom line masing-masing sebesar 8% dan 10% tahun ini.

Direktur Utama PT Surya Citra Media Tbk, Sutanto Hartono mengatakan, target tersebut dapat dicapai melalui pertumbuhan yang konsisten dari televisi. Selanjutnya, kata dia aset-aset digital sepertikapanlagi.comakan bisa bertumbuh 30%-40%. Bahkan, untuk platform video bisa mengalami pertumbuhan lebih dari 100%. Hal itu dikarenakan permintaan iklan untukplatfiorm video meningkat.”Jadimid high single digitdan kita pun optimis dari sisi profit margin pun dapat kita pertahankan dengan struktur yang kurang lebih sama dari capaian kuartal I/2019," uajrnya di Jakarta, Kamis (16/5).

Disampaikannya, peningkatan kinerja perseran sepanjang kuartal I/2019 tidak hanya ditopang penjualan inventori iklan di tv, tetapi juga dar bisnis konten. Sehingga berbagai produksi konten menghasilkan pendapatan yang meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.Menurutnya, permintaan kue iklan saat ini juga sudah merata tidak hanya dari perusahaan multinasional tetapi juga dari perusahaan domestik.

Sementara itu, pada pada kuartal II/2019, dia memperkirakan pertumbuhan yang sehat masih dapat dicapai dari Ramadan dan juga tingginya e-commerce. Selama Ramadan sinetron SCTV masih mampu untuk mendominasi pangsa pasar. Tahun ini, SCMA akan menggelontorkan belanja modal senilai Rp 580 miliar. Komposisinya senilai Rp200 miliar untuk proyek baru dan pembangunan infrastruktur di Jawa Timur sisanya untuk renovasi fasilitas yang ada. Dana akan ditarik dari kantong internal.

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), perseroan memutuskan membagikan dividen dengan payout ratio 50% dari laba bersih tahun berjalan pada 2018 atau sebesar Rp51 per lembar saham. Sebelumnya perseroan telah membayarkan dividen interim pada Desember 2018 sebesar Rp20 per lembar saham.

Kata Sutanto, pembayaran dividen selanjutnya sebesar Rp31 per lembar saham akan dilakukan pada Jumat (14/6). Hasil agenda RUPS lainnya, pemegang saham juga menyetujui untuk melakukan private placement maksimal 10% dari jumlah saham yang sudah disetor atau senilai Rp3,58 triliun untuk memberikan tambahan modal bagi ekspansi ke depan.

Namun, SCMA baru akan memanfaatkan pendanaan Rp360 miliar untuk pembelian media digital yang dimiliki emtek sebagai kepemilikan SCMA. Hal itu sebagai solusi end to end kepada pengiklan. Per 31 Maret 2019, pemegang saham utama SCMAadalah Emteksebesar 60,96% dan sisanya publik 39,04%. Adapun pemegang saham EmtekyakniEddy K Sariaatmadja24,91%, PT Adikarsa Sarana 11,89%, Susanto Suwarto 12,62%, PietYaury 8,85%, PT Prima Visualindo 8,15%, The Northern Trust Company 8,07%, Fofo Sariaatmadja 5,38% dan investor publik20,13%.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Percepat Dokumentasi Kredit - Bank BTN Luncurkan Web e-Mitra Operation

Dalam rangka meningkatkan kualitas kredit dan layanan kepada debitur, khususnya debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…