Pemerintah Tegaskan Tak Ada Kenaikan Harga BBM

Kamis, 10/03/2011

Neraca

Jakarta - Terkait hasil studi tim kajian pengaturan BBM bersubsidi dan kelangkaan BBM yang sempat terjadi di Riau dan Pontianak, Kalimantan Barat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan hingga saat ini tidak ada kenaikan harga BBM. Pemerintah juga meminta masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan normal.

”Tidak ada kenaikan harga bahan bakar sehingga masyarakat tidak perlu panik dan melakukan pembelian BBM melebihi kebutuhan,” kata Menteri ESDM Darwin Z. Saleh di Jakarta, Rabu (9/3).

Darwin menilai, gejolak harga minyak dunia merupakan gangguan eksternal dalam penyediaan hingga distribusi BBM di Tanah Air. Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) telah mencapai level US$ 114 per barrel. Sementara asumsi harga minyak pada APBN 2011 dipatok sebesar US$ 80 per barrel.

Darwin juga berharap pemerintah daerah ikut mengawasi pendistribusian BBM agar tepat sasaran dan tepat jumlah. Pemerintah juga menugaskan Pertamina untuk tetap memberikan pasokan sesuai kebutuhan normalnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Kajian Pembatasan BBM Bersubsidi Anggito Abimanyu mengajukan tiga opsi saat bertemu Komisi VII DPR, Senin silam (7/3). Pertama, menaikkan harga premium sebesar Rp 500 per liter. Kedua, kendaraan pribadi tetap harus membeli pertamax yang harganya dipertahankan pada level Rp 8.000 per liter atau mendapat subsidi jika harga minyak dunia naik. Opsi ketiga, penjatahan konsumsi premium dengan menggunakan sistem kendali seperti barcode, stiker, atau smart card.

Riau dan Pontianak

Sementara itu, Pertamina memastikan pasokan BBM ke 118 SPBU di Riau berangsur kembali normal. Sedangkan stok BBM dan kondisi SPBU di Pontianak saat ini juga sudah kembali normal. ”Antrian di SPBU terlihat sudah berkurang bahkan sudah menghilang di beberapa titik. Pertamina telah menambah pasokan dari 2 depot terminal, yaitu Terminal Sei Siak dan Dumai,” ujar Vice President Pertamina Mochamad Harun, Rabu kemarin (9/3) di Jakarta.

Pihaknya mencatat, penyaluran BBM dari Terminal Sei Siak ke SPBU, pada hari Selasa (8/3) tercatat sebesar 2.106 KL atau mengalami peningkatan hingga 100% dibanding kondisi normal yang sekitar 1.000 KL. Sedangkan penyaluran BBM dari Terminal Dumai pada Selasa (8/3) juga tercatat meningkat sekitar 40% dari rata-rata normal menjadi 1.400 KL.

Harun juga menuturkan, Pertamina terus melakukan penambahan ketersediaan stok BBM di Terminal Sei Siak yaitu dengan tambahan pasokan BBM yang rencananya akan tiba pada Kamis (10/3) dengan Kapal Tanker Triaksa yang membawa muatan Premium 1.650 KL. Sedangkan pasokan ke Terminal Dumai bersumber dari Kilang RU II Dumai untuk memperkuat ketahanan stok dan mendorong percepatan pemulihan distribusi BBM ke masyarakat. “Hari ini juga ditransfer 4.000 KL dari Kilang Dumai ke Terminal Dumai,” ujarnya.

Penyaluran BBM di wilayah Riau juga terus dioptimalkan dengan menambah 15 unit mobil tangki untuk meningkatkan kecepatan penyaluran dari Terminal Sei Siak dari jumlah normal 30-35 unit mobil.

Dampak psikologis

Terkait antrean yang sempat terjadi, menurut Harun, juga dipengaruhi oleh kepanikan sebagai dampak psikologis dari pemaparan tiga opsi kajian pengaturan BBM bersubsidi Senin kemarin (7/3). Selain itu, karena faktor gelombang tinggi dan tenggelamnya kapal kayu yang mengganggu pelayaran tanker minyak. Untuk itu, Pertamina meminta pemerintah daerah dan aparat setempat untuk turut memberi informasi serta menjaga situasi kondusif pada warga.

Harun juga menjelaskan, kuota bulanan dan harian BBM di masing-masing SPBU telah ditetapkan sesuai kebutuhan. Jika stok BBM jenis premium pada hari itu telah habis, ”Secara teknis, Pertamina meminta pengelola SPBU untuk mengarahkan konsumen membeli pertamax,” ujar Harun.

Secara terpisah, SVP Marketing & Distribution Djoko Prasetyo menjelaskan, penyaluran BBM ke wilayah Riau hingga saat ini sudah mencapai lebih dari 100% dari kondisi normal. Sehingga penambahan penyaluran ini sudah melebihi kebutuhan normal yang biasa dikonsumsi masyarakat.

Stok BBM untuk wilayah Pontianak saat ini mencapai 4.300 KL. Pada Selasa (8/3), penyaluran BBM untuk wilayah tersebut sudah mencapai 1.200 KL atau 33% lebih tinggi dari kondisi normal yang sekitar 900 KL. Tambahan pasokan yang akan segera masuk antara lain pada 11 Maret 2011 sebanyak 3.600 KL dan pada 13 Maret 2011 sebanyak 2.000 KL.

Sedangkan untuk kondisi BBM stok nasional saat ini juga berada dalam kondisi yang aman atau di atas 16 hari. Pada Rabu (9/3), rata-rata stok BBM nasional berada pada posisi 23 hari, di mana stok Premium sebanyak 17,9 hari, Solar 20,5 hari dan Minyak Tanah 49 hari.