Mengantisipasi Serangan ”Tomcat” di Jakarta

NERACA

Serangan serangga tomcat yang semula hanya ada di Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya, kini juga sudah memasuki wilayah DKI Jakarta. Namun, Pemerintah Provinsi DKI menegaskan populasi tomcat di Jakarta masih dalam batas normal, karena belum ada warga Jakarta yang menjadi korban sengatan hewan tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) DKI, Ipih Ruyani, membenarkan jika hewan pemakan hama tersebut sudah ada di DKI, tetapi jumlahnya masih sangat kecil. Dari hasil pemantauan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Kelautan dan Pertanian DKI kondisi populasi tomcat saat ini masih dalam batas normal.

"POPT akan terus memantau populasinya di lokasi persawahan yang ada di DKI. Petugas kami siaga untuk menghadapi ledakan populasi tomcat, jika itu terjadi di Jakarta,” Ipih mengimbau warga tidak panik dengan keberadaan si kumbang merah ini. Sebab, tomcat tidak akan mengganggu manusia dan hanya menyengat jika keberadaannya terancam.

Untuk mencegah ledakan populasi tomcat, bisa dilakukan dengan membersihkan semak-semak tanaman. Juga mengawasi tempat-tempat yang mungkin menjadi tempat persembunyian tomcat.

"Buat sistem sanitasi yang baik. Lalu bersihkan rumah, semak-semak atau tanaman hias secara rutin. Pola hidup sehat bisa mencegah pertumbuhan tomcat di Jakarta," ujarnya.

Ipih menegaskan, sebenarnya kumbang tomcat merupakan sahabat para petani, karena kumbang ini selalu berada di persawahan untuk memakan hama-hama padi. Predator ini bermanfaat bagi petani karena merupakan musuh alami hama wereng. Sampai saat ini belum ada warga Jakarta yang menjadi korban sengatan kumbang tomcat yang sampai dirawat di puskesmas kecamatan. "Belum ada korban sama sekali hingga hari ini.”

Namun, pihaknya tetap menyiagakan 44 puskesmas kecamatan di seluruh wilayah DKI untuk melakukan pertolongan pertama bagi korban tomcat. Bagi korban sengatan tomcat, Dien menjelaskan, sengatan itu harus langsung dicuci bersih, kemudian diberikan salep untuk luka tersebut.

Namun kita harus mewaspadai, walaupun belum ada korban yang tersengat tomcat, kita harus bisa mengantisipasi dari sekarang binatang kecil ini, ujarnya.

Pernyataan Dadang tersebut terlontar terkait dugaan warga Kampung Ciater, Kecamatan Serpong, yang tersengat serangga tomcat. Warga tersebut mengalami gatal-gatal dan bentol akibat tersengat serangga tomcat. Meski demikian, Dadang belum dapat memastikan warga tersebut tersengat tomcat. Pasalnya, petugas medis dari puskesmas sedang melakukan pemantauan. Bila memang nanti warga tersebut tersengat serangga tomcat, maka akan diberikan pelayanan medis.

Untuk tahap awal, petugas medis akan membawanya ke puskesmas. Namun bila perlu dirujuk ke RS, maka akan dilakukan. "Intinya pelayanan medis kepada warga akan diutamakan. Termasuk pemberian kesehatan agar segera dapat diatasi penyakit yang diderita," katanya.

Selain itu, Dadang juga mengungkapkan bahwa serangga tomcat dapat timbul di mana saja karena habitat binatang tersebut hidup di hutan atau ilalang. Meski demikian, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan telah menyiapkan seluruh petugas medis untuk dapat segera membantu warga yang terkena sengatan serangga tomcat. "Kami sudah kumpulkan seluruh kepala puskesmas dan telah melakukan kesiapan untuk mencegah wabah tersebut."

Related posts