Menristekdikti - Kolaborasi Antar Negara Dorong Kemajuan Indonesia

Mohamad Nasir

Menristekdikti

Kolaborasi Antar Negara Dorong Kemajuan Indonesia

Jakarta - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan kolaborasi antar negara merupakan sebuah keniscayaan untuk mencapai Indonesia maju dan sejahtera.

"Saya katakan tanpa kolaborasi tidak mungkin Indonesia akan maju. Kalau ingin maju, kita harus terbuka. Keterbukaan dan transparansi ini menjadi penting," kata Menristekdikti Nasir saat konferensi pers peluncuran kerja sama riset penyakit menular Indonesia – Inggris melalui "Program Newton Fund antara Medical Research Council (MRC)" dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Jakarta, Senin (13/5).

Dia mendukung peningkatan kerja sama antara peneliti Indonesia dengan peneliti Inggris agar riset di Indonesia dapat menghasilkan lebih banyak paten dan prototipe.

Menteri Nasir mengatakan kinerja riset, publikasi dan paten Indonesia didorong untuk terus meningkat, dan menekankan bahwa hasil riset harus mampu dihilirisasi agar dapat memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat dan negara.

"Jumlah paten di Indonesia sendiri saat ini sudah mencapai 2.842, namun ini tidak cukup, hasil riset juga harus dapat dikomersialisasikan agar memiliki dampak ekonomi. Ini yang kita dorong. Saya meminta kepada Bapak Duta Besar agar kerjasama riset ini harus bisa diterapkan di dunia industri, agar memiliki dampak secara ekonomi," tutur dia.

Kemristekdikti dan Departemen Bisnis, Energi dan Strategi Industri Inggris melalui Program Newton Fund mengalokasikan anggaran Rp37 miliar untuk mendanai enam penelitian terbaik bidang penyakit termasuk penelitian yang berkaitan dengan HIV, demam berdarah dan malaria.

Terkait pendanaan terhadap penelitian yang berjangka tiga tahun itu, Inggris menyalurkan sebanyak Rp32 miliar, dan Indonesia menyiapkan sebanyak Rp5 miliar.

Hasil kolaborasi diharapkan akan meningkatkan ketahanan dan kesiapan Indonesia dalam menangani penyakit menular yang mematikan, termasuk melalui intervensi kebijakan maupun pengembangan teknologi farmasi dan inovasi alat medis. Ant

BERITA TERKAIT

Indonesia Angkat Langkah Sistematis Sektor Lingkungan Hidup dan Energi - Menteri LHK

Indonesia Angkat Langkah Sistematis Sektor Lingkungan Hidup dan Energi Menteri LHK NERACA Karuizawa, Jepang - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,…

Menteri LHK: Indonesia Belanda Mantapkan Kerja Sama Lingkungan Hidup

Menteri LHK: Indonesia Belanda Mantapkan Kerja Sama Lingkungan Hidup NERACA Karuizawa, Jepang - Pemantapan kerja sama bidang lingkungan hidup dilakukan…

Menteri LHK : Indonesia Angkat Langkah Sistematis Indonesia Sektor Lingkungan Hidup dan Energi

Menteri LHK : Indonesia Angkat Langkah Sistematis Indonesia Sektor Lingkungan Hidup dan Energi NERACA Karuizawa, Jepang - Menteri Lingkungan Hidup…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Menteri LHK: Program Kerja Jokowi Jadi Perhatian di Pertemuan Internasional

Menteri LHK: Program Kerja Jokowi Jadi Perhatian di Pertemuan Internasional NERACA Incheon, Korea Selatan - Berbagai langkah korektif sektor lingkungan…

Molucca Siap Tunjukkan Bukti Bahwa Pinjaman ke PCP Sah Berdasar Hukum

Molucca Siap Tunjukkan Bukti Bahwa Pinjaman ke PCP Sah Berdasar Hukum NERACA Jakarta - Molucca Holdings S.a.r.l. (“Molucca”), kreditur dari…

Presiden Minta Pansel Cari Komisioner KPK Berkemampuan Manajerial Kuat

Presiden Minta Pansel Cari Komisioner KPK Berkemampuan Manajerial Kuat  NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta agar panitia seleksi calon…