Disnakertrans Kota Sukabumi Imbau Perusahaan Bayar THR Paling Lambat H-7 Lebaran

Disnakertrans Kota Sukabumi Imbau Perusahaan Bayar THR Paling Lambat H-7 Lebaran

NERACA

Sukabumi - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Sukabumi menghimbau semua perusahaan besar dan kecil yang berada di Kota Sukabumi agar bisa memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan sepekan sebelum lebaran kepada pegawainya.

Himbauan yang dilontarkan oleh dinas tersebut menyusul adanya surat edaran dari Menteri Tenaga Kerja nomor 2 tahun 2019 tentang pelaksanaan tunjangan hari raya keagamaan tahun 2019 bagi buruh atau pekerja di perusahaan."Makanya kita menghimbau kepada semua perusahaan yang berada di Kota Sukabumi. Dan surat edaran segera akan diberikan ke semua perusahaan," ujar Plt. Disnakertrans Kota Sukabumi Iyan Damayanti kepada Neraca, Rabu (15/5).

Lebih lanjut Iyan mengatakan, pembayaran THR keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum hari raya keagamaan. Sedangkan besaran THR yang diberikan ke setiap pekerja diantaranya yang sudah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih diberikan sebesar satu bulan upah. Sedangkan untuk pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan."Ya seperti itu hitunganya," ujar Iyan.

Apabila ada pengusaha terlambat membayar atau tidak membayar THR keagamaan, tentu saja akan dikenakan sangsi administrasi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 20 tahun 2016, tentang cara pemberian sangsi administrasi peraturan pemerintah nomor 78 tahun tahun 2015 tentang pengupahan."Makanya perusahaan harus tepat waktu dalam membayar THR keagamaanya," ucap Iyan.

Untuk meningkatkan pengawasan tersebut, pihaknya juga akan segera membentuk Pos Komando Satuan Tugas (Posko Satgas) pengaduan ketenagakerjaan pelayanan konsultasi dan penegakan hukum THR 2019."Kita juga akan melakukan pengawasan ke lapangan, bukan hanya menunggu aduan saja," tegas Iyan.

Berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah perusahaan besar dan menengah di Kota Sukabumi mencapai 644 dengan total tenaga kerja sekitar 17ribu lebih.“Diharapkan pihak perusahaan bisa memberikan THR kepada para pegawainya sesuai dengan surat edaran dari Kementerian tenaga kerja tersebut,” pungkas Iyan. Arya

BERITA TERKAIT

BI Jabar Siapkan Uang Tunai Rp108 Miliar di Sukabumi - Puasa Hingga Lebaran

BI Jabar Siapkan Uang Tunai Rp108 Miliar di Sukabumi Puasa Hingga Lebaran NERACA Sukabumi - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa…

Dishub Tangerang Pastikan KIR Bus Meningkat Jelang Lebaran

Dishub Tangerang Pastikan KIR Bus Meningkat Jelang Lebaran NERACA Tangerang - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang, Banten, memastikan kir bus…

Asosiasi Dorong Petani Tembakau Jalin Kemitraan Dengan Perusahaan Rokok

NERACA Jakarta - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mendukung wacana pemerintah untuk mewajibkan importir atau perusahaan rokok membangun kemitraan dengan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Renstra Kemenkop Prioritaskan Triple Track Pertumbuhan Ekonomi

Renstra Kemenkop Prioritaskan Triple Track Pertumbuhan Ekonomi NERACA Jakarta - Pengembangkan koperasi, usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan kewirausahaan harus…

Bidang Asset Daerah Pemkot Sukabumi Akan Lelang Kendaraan dan Satu Bangunan

Bidang Asset Daerah Pemkot Sukabumi Akan Lelang Kendaraan dan Satu Bangunan   NERACA Sukabumi - Bagian Asset Daerah Pemkot Sukabumi…

BI Perwakilan Jabar Terus Sosialisasikan 3D - Subang dan Bogor Rawan Peredaran Uang Palsu

BI Perwakilan Jabar Terus Sosialisasikan 3D   Subang dan Bogor Rawan Peredaran Uang Palsu NERACA Sukabumi - Bank Indonesia (BI) Perwakilan…