13 Organisasi Desak Pemerintah Larang Rokok Elektronik

NERACA

Jakarta - Sebanyak 13 organisasi profesi kesehatan dan lembaga masyarakat mendesak pemerintah Indonesia untuk menerbitkan peraturan pelarangan atas dasar prinsip kehati-hatian terhadap rokok elektronik. "Pendekatan itu ditempuh Singapura dengan pertimbangan prinsip kehatian-hatian," demikian bunyi siaran pers yang diterima di Jakarta, kemarin.

Desakan pelarangan rokok elektronik tersebut dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat Indonesia dari bahaya rokok elektronik. Ketua Kelompok Kerja Masalah Rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Feni Fitriani mengatakan rokok elektronik bukan tidak berbahaya dan tetap mengandung bahan-bahan kimia yang berdampak pada kesehatan.

"Rokok elektronik mengandung nikotin; bahan penyebab kanker seperti propilen glikol, gliserol dan nitrosamin; dan bahan beracun lainnya yang merangsang iritasi dan peradangan serta kerusakan sel," tuturnya. Selain pelarangan terhadap rokok elektronik, 13 organisasi tersebut juga mendesak pemerintah untuk menghapus cukai rokok elektronik.

Pelarangan rokok elektronik tersebut juga berdasarkan beberapa penelitian yang menyimpulkan potensi rokok elektronik sebagai alat dalam menggunakan narkoba, baik narkoba tradisional maupun narkoba jenis baru. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memberikan rekomendasi bahwa rokok elektronik tidak boleh dipakai untuk terapi berhenti merokok.

Organisasi kesehatan dan lembaga masyarakat yang terlibat dalam menyusun rekomendasi tersebut antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan lain-lain.

BERITA TERKAIT

Permudah Transaksi, Bithumb Global Luncurkan Token Bithumb Coin

    NERACa   Jakarta - Bithumb Global, exchange aset digital mengumumkan aset kripto yaitu Bithumb Coin (BT), yang merupakan…

PLN Berikan Insentif dalam Electric Jakarta Marathon 2019

  NERACA Jakarta - Electric Jakarta Marathon 2019, sudah terselenggara pada 27 Oktober 2019. Melihat pencapaian hasil penyelenggaraaan Electric Jakarta…

Banggar DPR : Desa Siluman Puncak Gunung Es Permasalahan Dana Desa

  NERACA Jakarta - Munculnya kasus desa siluman dengan adanya transfer yang tidak wajar dari APBN ke desa-desa baru yang…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

LinkAja Fasilitasi Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan

  NERACA   Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) menjalin kerja sama dengan PT Finnet Indonesia sebagai…

Kualitas Beras Premium Bulog Diapresiasi

      NERACA   Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menilai bahwa produk…

Pemerintah Siapkan Website Tempat Mengadu Abdi Negara

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui 11 kementerian dan lembaga meluncurkan portal Aduan ASN, aduanasn.id, untuk melaporkan Aparatur…