Intiland Bagikan Dividen Rp 20,7 Miliar

NERACA

Jakarta – Meskipun perolehan laba bersih sepanjang tahun 2018 terkoreksi tajam hingga 32% menjadi Rp 203,67 miliar dari laba bersih tahun 2017 sebesar Rp 297,49 miliar.Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) masih setia membagikan dividen kepada pemegang saham. Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), perseroan membagikan dividen senilai Rp20,7 miliar atau senilai Rp2 per saham kepada pemegang saham.

Dividen tersebut berasal dari raihan laba bersih 2018 senilai Rp203,7 miliar. Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp180,9 miliar akan ditetapkan sebagai laba ditahan dan sebesar Rp2 miliar untuk cadangan wajib.”Kami membagikan dividen senilai Rp20,7 miliar atau Rp2 per saham. Nilai dividen ini setara 10,2% dari perolehan laba bersih pada 2018," kata Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Development, Archied Noto Pradono di Jakarta, Rabu (15/5).

Archied mengatakan, perseroan telah berhasil mempertahankan kinerja positif pada tahun lalu, di tengah kondisi properti yang belum kondusif. Menurutnya, permintaan pasar terhadap produk properti tidak relatif mengalami pertumbuhan signifikan. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal Rp1,5 triliun. Dimana belanja modal tersebut digunakan untuk pengemgangan proyek yang sudah ada.

Dia mengungkapkan, kondisi properti pada tahun ini masih cukup berat dan belum kembali kondusif.Namun demikian, perseroan menaruh asa bisa mencapai pertumbuhan positif di tahun ini dengan memacu penjualan pasar properti di Jakarta dan Surabaya.”Belum ada rencana mengenai wacana pemindahan ibu kota, lebih baik menunggu yang lebih pasti, Intiland masih fokus di Jakarta dan Surabaya," kata Archied.

Disampaikannya, saat ini landbank yang dimiliki perseroan sebanyak 2.060 hektare dengan komposisi 79% berada di Jakarta dan 21% di Surabaya. Pada tahun ini, DILD menargetkan pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp 2,5 triliun. Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan memprirotaskan pada penjualan di segmen proyek hunian baik rumah tapak maupun apartemen.

Di segmen tersebut, perseroan mengandalkan penjualan dari proyek Serenia Hills dan Talaga Bestari di Jakarta serta Graha Natura di Surabaya. Sedangkan, untuk apartemen, perseroan mengandalkan penjualan dari lima proyek yang tersebar di Jakarta dan Surabaya. “Penjualan dari proyek-proyek residensial masih relatif stabil, untuk apartemen kami fokus pada penjualan unit-unit stok," kata dia.

Tidak hanya itu, di segmen perkantoran, Intiland masih mengandalkan proyek perkantoran terpadu yang berdekatan dengan jalur MRT Jakarta seperti South Quarter serta 6 proyek lainnya. Pada 2018, DILD membukukan pendapatan usaha senilai Rp2,6 triliun atau naik 16% dibandingkan dengan 2017 senilai Rp2,2 triliun. Laba usaha dan laba bersih DILD pada 2018 masing-masing turun 5,2% dan 31,6% menjadi Rp327 miliar dan Rp203 miliar."Penurunan profit pada tahun lalu disebabkan oleh turunnya margin laba kotor dan tingginya beban bunga," tambah Archied.

BERITA TERKAIT

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…