Pengetahuan Masyarakat Soal Wakaf Rendah

NERACA

Jakarta - Humas Badan Wakaf Indonesia (BWI) Susono Yusuf menyebutkan pengetahuan masyarakat mengenai wakaf masih rendah hanya terbatas harta tidak bergerak seperti tanah. "Masyarakat lebih banyak tahunya wakaf itu harta tidak bergerak seperti tanah yang kemudian diwakafkan untuk dibangun masjid, mushalla atau lembaga pendidikan atau Iahan pemakaman," kata Susono yang biasa dipanggil Sony pada acara Media Gathering dan Bincang Wakaf Produktif di Jakarta, Selasa (14/5).

Padahal, kata dia, saat ini wakaf sudah sangat luas jangkauannya mulai dari uang, saham, deposito, asuransi bahkan hak properti juga bisa diwakafkan. Secara sederhana, lanjut dia, wakaf itu seperti memelihara ayam. Ayam sebagai induk wakaf harus terus dipelihara tidak boleh dijual apalagi disembelih. Ayam, kata Sony, harus dipelihara hingga bertelur. Telur itulah yang bisa diserahkan kepada orang yang berhak menerimanya (mauquf alaih).

Dia mengatakan potensi wakaf di Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar di dunia sangat besar. "Masyarakat kita berwakaf uang, katakanlah Rp10 ribu per orang maka wakaf uang yang terkumpul bisa mencapai Rp2 triliun dalam sebulan. Kalau rutin tiap bulan dalam setahun bisa mencapai Rp24 triliun," kata dia.

Kendati demikian, dia mengatakan kemampuan masyarakat dalam berwakaf sejatinya jauh lebih besar dari itu. "Rp50 ribu, Rp100 ribu, sekarang bukan uang besar. Saya bayangkan, kalau potensi itu jadi kekuatan riil, wakaf kita bisa ratusan triliun. ltu bisa jadi kekuatan ekonomi nasional yang luar biasa," katanya.

BERITA TERKAIT

Haris Azhar Bakal Laporkan Majelis Hakim PT Jakarta ke KY dan Bawas - Diduga Tak Periksa Berkas Banding

      NERACA   Jakarta - Jaksa berprestasi Chuck Suryosumpeno tidak pernah lelah untuk menuntut keadilan hukum di Indonesia.…

ITDC Fokus Kembangkan The Mandalika - Katalisator Pembangunan Ekonomi NTB

    NERACA   Jakarta - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan…

UMP 2020 Disebut Masih Mengacu PP 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebutkan besaran upah minimum provinsi (UMP) untuk 2020 diperkirakan masih…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Ayam Geprek Menara Tawarkan Sistem Waralaba

  NERACA Jakarta - Menu makanan ayam dari dulu sampai sekarang sangat banyak digemari di semua kalangan masyarakat. Mulai dari…

Mobvista Ungkap Peluang Besar dalam Konten Video

  NERACA Jakarta - Platform teknologi penyedia jasa mobile advertising dan analytic, Mobvista mengungkap bagaimana brand dan marketer di Indonesia dapat…

Pindahkan Ibukota, Bappenas Minta Saran Tokoh Dayak

      NERACA   Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta saran dari para…