Petani Tangerang Harapkan Masuk Program Asuransi

Petani Tangerang Harapkan Masuk Program Asuransi

NERACA

Tangerang - Sejumlah petani di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang, Banten, mengharapkan masuk program asuransi agar ketika terjadi serangan hama atau perubahan cuaca yang menyebabkan gagal panen mereka bisa mendapat ganti rugi.

"Sebelum tahun 2017 ada beberapa petani yang masuk asuransi tapi sampai saat ini program itu tidak ada lagi," kata Jumadi (46) petani di Desa Lebakwangi, Sepatan ditemui di Tangerang, Minggu (12/5).

Jumadi mengatakan program asuransi sangat membantu petani bila terjadi bencana alam atau adanya serangan hama.

Pendapat senada juga diutarakan Misnan (49) petani di Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji dan Sarmin (51) petani di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk dan Sardi (50) penduduk Pondok Kelor, kecamatan Sepatan Timur.

Sarmin mengatakan petani setempat tidak mendapatkan kuota program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sejak tahun 2017, padahal sebelumnya ada yang ikut program tersebut. Sedangkan syarat untuk menjadi peserta program AUTP adalah petani yang menggarap lahan lebih dari dua hektare. Namun syarat lainnya adalah sawah garapan mendapatkan pasokan air dari irigasi teknis atau sawah tadah hujan yang dekat dengan sumber air.

Semula petani membayar premi sebesar Rp200.000 setiap musim tanam tapi belakangan karena ada bantuan pemerintah, maka hanya membayar Rp36.000. Petani yang gagal panen mendapatkan dana sebesar Rp6 juta tiap dua hektare, sebagai pengganti kerugian yang dibayar oleh asuransi.

Sementara itu, penyuluh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Eli Sumantri membenarkan para petani berharap menjadi peserta program AUTP. Eli menambahkan kebijakan penentuan kuota asuransi tersebut merupakan kewenangan dari Dinas Pertanian Provinsi Banten.

"Saat ini program tersebut tidak ada di Kabupaten Tangerang, kemungkinan karena petani setempat kurang berminat sebagai peserta," kata dia.

Program asuransi tersebut sangat membantu petani ketika gagal panen akibat kemarau panjang, serangan hama atau bencana alam. Ant

BERITA TERKAIT

Pembahasan Rancangan APBD DKI Diprediksi Molor

Pembahasan Rancangan APBD DKI Diprediksi Molor NERACA Jakarta - Penggodokan Rancangan APBD DKI Jakarta yang dilakukan Legislatif bersama Eksekutif diprediksi…

Menteri PPPA Apresiasi Program Mekaar Jangkau 5,6 Juta Perempuan

Menteri PPPA Apresiasi Program Mekaar Jangkau 5,6 Juta Perempuan   NERACA SoE, NTT - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA),…

Pemkot Sukabumi Latih DKM Jadi Wirausaha

Pemkot Sukabumi Latih DKM Jadi Wirausaha NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi menginginkan roda perekonomian bukan hanya bisa bergerak…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Walikota Sukabumi Sambut Baik Perbankan Peduli Dengan UMKM

Walikota Sukabumi Sambut Baik Perbankan Peduli Dengan UMKM   NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi memberikan apresiasi kepada pihak perbankan…

MoU Air Yang Tidak Berpihak Kepada Masyarakat Kuningan

MoU Air Yang Tidak Berpihak Kepada Masyarakat Kuningan NERACA Kuningan – Ironis, ketika Kabupaten Kuningan disebut sebagai daerah pegunungan dan…

Banten Kembangkan Ratusan Hektare Kopi Pada 2020

Banten Kembangkan Ratusan Hektare Kopi Pada 2020   NERACA Serang - Pemerintah Provinsi Banten akan mengembangkan ratusan hektare komoditas unggulan pertanian…