Bank Dunia Diminta Biayai infrastruktur

NERACA

Jakarta—Pemerintah meminta agar Bank Dunia (World Bank/WB) ikut membantu pembiayaan perbaikan jalan Anyer-Cilegon, Banten, yang sudah lama rusak. "Jalan tersebut vital dan rusak berat sehingga perlu percepatan untuk perbaikan," kata Wakil Presiden Boediono kepada pers di Jakarta, Minggu.

Menurut Wapres, jalan tersebut memang sangat vital dan merupakan jalan nasional mengingat sebagai jalur industri. Bahkan memang ada masalah dalam penyelesaian jalan tersebut karena kontraktor yang telah ditunjuk ternyata mengalami kesulitan, sehingga tidak dapat menyelesaikan kontraknya. "Dalam pelaksanaan ada kesulitan komersial sehingga ada upaya untuk mengontak Bank Dunia," tambahnya

Dikatakan Wapres pemerintah saat ini juga sedang membangun jalan lingkar selatan di wilayah itu dalam upaya untuk memperbaiki infrastruktur kawasan Cilegon-Anyer. Untuk pembangunannya, kata Wapres, sudah disepakati oleh pemerintah pusat, daerah serta pihak industri. "Ketiganya sudah sepakat untuk bisa menyelesaikan lintas tersebut tahun ini juga," ujarnya

Lebih jauh Guru Besar FE UGM ini menyebutkan dirinya selama ini memang cukup banyak mendapat laporan mengenai kerusakan jalan di sejumlah wilayah. "Jalan adalah jalur vital untuk dorong sektor riil dan akan dicarikan pembiayaan untuk perbaikan," paparnya

Sementara itu, Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan, sejumlah LSM selalu memberi laporan kepada dirinya soal lokasi jalan yang rusak, seperti di Anyer-Cilegon. Dikatakan, memang kontraktor yang sebelumnya telah ditunjuk tidak dapat menyelesaikan tugasnya karena kesulitan keuangan. "Dana yang diperoleh dari Bank Dunia adalah pinjaman," katanya.

Djoko mengatakan dalam pelaksanaan nanti pemerintah tidak akan melakukan tender lagi dan bekerja sama dengan BUMN yang lain tapi jika kondisinya tidak memungkinkan maka akan ditender ulang.

Ditempat terpisah, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Ahmad Gani Ghazali menilai aksi Menteri BUMN Dahlan Iskan yang mengamuk di pintu tol Semanggi milik PT Jasa Marga Tbk sah-sah saja karena ia membawahi langsung BUMN. Namun jangan harap aksi semacam itu dilakukan tol di luar Jasa Marga, karena secara kewenangan bukan menjadi koridornya Kementerian BUMN. "Itu kan teguran dari menteri BUMN kepada BUMN, untuk memperbaiki kinerjanya, bukan tol-nya yang dilihat tapi dia terhadap BUMN Jasa Marga, jadi kalau nanti Pak Dahlan di tol Tangerang-Merak (PT Marga Mandala Sakti) macet, yaa nggak bisa dia buka seperti itu, bukan bawahannya kan," ujarnya

Menurut Gani, aksi membuka pintu tol dan menyebabkan penggendara masuk tol secara gratis secara undang-undang memang menyalahi. Namun ia menekankan apa yang dilakukan Dahlan sebagai kritikan kepada Jasa Marga yang merupakan binaan langsung kementerian BUMN. "Dari sisi aturan kan mengatakan kalau yang bisa masuk jalan tol kan yang membayar tol, itu berarti meyalahi undang-undang. tapi itu saja teguran pada Jasa Marga, tapi kan Pak Dahlan biang kalau Jasa Marga mengalami kerugian tagih ke saya, gitu kan," tuturnya

Selasa kemarin (20/3/2012), Dahlan Iskan melakukan aksi heboh dengan membuka paksa pintu tol Senayan yang belum juga beroperasi. Mantan Dirut PLN ini gerah, karena antrean yang panjang. Imbauan untuk mengurai kemacetan di pintu tol sejatinya telah dilakukan Dahlan tiga bulan lalu.

Dahlan mengaku, setiap menemukan pintu tol yang antreannya panjang, ia pun mengirimkan pesan singkat alias short message service (SMS) kepada direksi BUMN tol tersebut. Namun hingga peristiwa hari itu, Dahlan sudah kehilangan kesabaran dengan kinerja Jasa Marga.. *cahyo

Related posts