Harga Bawang Putih Mulai Turun Pasca Digelar Operasi Pasar

NERACA

Jakarta – Harga bawang putih di Kota Tangerang kembali turun sebesar Rp2.000 setelah dilaksanakannya operasi pasar akhir pekan lalu oleh pemerintah kota (pemkot) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Bulog.

Dirut PD Pasar Kota Tangerang Titien Mulyati di Tangerang, Banten, disalin dari Antara di Jakarta, mengatakan pada awal pekan kedua bulan puasa Ramadhan harga bawang putih telah menyentuh angka Rp38.000 per kilogram.

Setelah dilaksanakan operasi pasar akhir pekan lalu, harga bawang putih Rp40.000- Rp45.000 per kilogram. Sebelumnya, harga bawang putih melonjak 125 persen menjadi Rp70.000 per kilogram. "Untuk harga bawang terus turun. Mulai dari dilaksanakan operasi pasar akhir pekan lalu dan di awal pekan ini turun lagi sebesar Rp2.000," ujarnya.

Harga bahan pokok yang juga alami penurunan harga yakni ayam potong. Saat ini, harga ayam potong sebesar Rp38.000 dari sebelumnya Rp40.000 per kilogram. PD Pasar Kota Tangerang bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kata dia, akan terus melakukan pemantauan harga bahan pokok. Jika terjadi lonjakan seperti halnya bawang putih, lanjut Titien, maka akan dilaksanakan kembali operasi pasar untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data yang diperoleh dari PD Pasar Kota Tangerang, harga bahan pokok lainnya adalah sebagai berikut cabe merah keriting yaitu Rp28.000 per kilogram, cabe merah besar Rp36.000 per kilogra, cabe rawit merah yakni Rp26.000 per kilogram, cabe rawit hijau seharga Rp32.000 per kilogram, bawang merah seharga Rp32.000 per kilogram dan bawang putih seharga Rp38.000 per kilogram.

Kementerian Perdagangan memastikan stok bawang putih di ritel modern aman, yang dibuktikan melalui pemantauan ketersediaan dan harga bahan pokok, khususnya bawang putih, di Giant Ekstra CBD Bintaro, Tangerang.

"Saat ini, harga bawang putih sudah mulai turun dan stok bawang putih aman tersedia di ritel modern seluruh Indonesia," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti di Tangerang, disalin dari Antara di Jakarta.

Tjahya juga menyampaikan, Kemendag melaksanakan rapat koordinasi bersama pelaku usaha serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) pada 8 Mei 2019. Rapat koordinasi tersebut menghasilkan kesepakatan harga jual bawang putih honan atau sico curah di ritel modern sebesar Rp35.000 per kilogram (kg).

Sedangkan, bawang putih kating dijual dengan harga Rp40.000 per kg. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan harga bawang putih di pasar. Kemendag mengimbau untuk mempublikasikan harga penjualan bawang putih Rp35.000 per kg melalui spanduk di setiap gerai atau outlet milik anggota APRINDO di seluruh Indonesia, sehingga dapat diketahui masyarakat bahwa harga bawang putih mulai turun.

Sedangkan untuk upaya stabilisasi harga di pasar rakyat, pada 6 Mei 2019 Kemendag juga telah melaksanakan rapat koordinasi dengan para pelaku usaha dan menyepakati harga bawang putih honan atau sico di tingkat konsumen sebesar Rp32.000 per kg.

Sebelumnya, diwartakan, pemerintah akhirnya menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) untuk bawang putih sebesar 100 ribu ton kepada tujuh perusahaan swasta pada 18 April yang lalu. Langkah ini patut diapresiasi karena merupakan alternatif dari opsi lain yang sebelumnya sempat disebutkan, yaitu penugasan impor kepada Bulog. Namun, momen penerbitan izin impor yang relatif sangat dekat dengan bulan puasa ini dikhawatirkan tidak akan efektif menurunkan harga komoditas tersebut pada bulan puasa nanti.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman mengatakan, pemerintah perlu mendorong para importir dalam melakukan importasi bawang putih agar komoditas dapat sampai sebelum bulan Ramadhan tiba. Proses impor yang relatif panjang dikhawatirkan dapat menyebabkan bawang putih yang diimpor tidak bisa sampai di Indonesia tepat waktu.

"Apabila terdapat pasokan yang cukup, ditambah dengan usaha pemerintah untuk mengajak importir untuk juga melakukan operasi pasar, harapannya harga tidak akan bergejolak saat Ramadhan tiba. Bulan Ramadhan identik dengan kenaikan inflasi yang terjadi karena meningkatkan permintaan.” jelas Ilman.

Dalam rangka mengantisipasi potensi adanya kenaikan harga tersebut, usaha yang sudah dilakukan untuk mengajak importir untuk juga melakukan operasi pasar patut diapresiasi. Namun selain itu, hal ini dapat didukung dengan mempertimbangkan peluang melakukan impor khusus sebagai bentuk mitigasi dalam mencegah gejolak harga bawang putih.

BERITA TERKAIT

Barata Indonesia Targetkan Ekspor Naik 100 Persen

NERACA Jakarta – PT Barata Indonesia (Persero) menargetkan peningkatan ekspor hingga 100 persen pada 2019 dari nilai 2018 sebesar Rp280…

Perang Dagang - China Kecualikan Beberapa Barang Amerika dari Tarif Pembalasan

NERACA Jakarta –China mengumumkan  batch pertama pembebasan tarif untuk 16 jenis produk AS, beberapa hari sebelum pertemuan yang direncanakan antara…

Mendag: Konklusi Perundingan RCEP Harus Tercapai November

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan bahwa konklusi perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Patnership…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Barata Indonesia Targetkan Ekspor Naik 100 Persen

NERACA Jakarta – PT Barata Indonesia (Persero) menargetkan peningkatan ekspor hingga 100 persen pada 2019 dari nilai 2018 sebesar Rp280…

Perang Dagang - China Kecualikan Beberapa Barang Amerika dari Tarif Pembalasan

NERACA Jakarta –China mengumumkan  batch pertama pembebasan tarif untuk 16 jenis produk AS, beberapa hari sebelum pertemuan yang direncanakan antara…

Mendag: Konklusi Perundingan RCEP Harus Tercapai November

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan bahwa konklusi perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Patnership…