Paramitra Sarana Bikin Anak Usaha Baru - Setor Modal Rp 8 Miliar

NERACA

Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) membentuk anak usaha baru. Perusahaan yang diberi nama PT Paramita Andalan Struktur tersebut berkedudukan di Bekasi, Jawa Barat. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Selasa (14/5).

Kata Vincentius Susanto, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Paramita Bangun Sarana Tbk, anak usaha tersebut didirikan pada 10 Mei dengan modal dasar sebesar 8.000 saham atau setara Rp 8 miliar. Selain itu, modal ditempatkan dan disetor sebesar 2.000 saham setara dengan Rp 2 miliar. “Nilai penyertaan modal dan persentase kepemilikan perusahaan pada Paramita Andalan Struktur adalah sebesar 1.600 saham," ujarnya.

Jumlah tersebut setara dengan Rp 1,6 miliar atau sebesar 80% dari modal ditempatkan dan disetor pada Paramita Andalan Struktur.Dirinya menegaskan tidak ada dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha atas pendirian anak usaha tersebut. Sebagai informasi, perusahaan kontruksi swasta ini mengalami perlambatan kinerja di kuartal tiga 2018. Dimana laba perseroan turun 21,3% dari Rp 63,8 miliar di 2017 menjadi Rp 50,26 miliar di kuartal tiga 2018.

Penurunan laba bersih tersebut sejalan dengan melorotnya pendapatan usaha PBSA. Pendapatan PBSA di kuartal III-2018 hanya mencapai Rp 256,6 miliar, turun 45% dari Rp 467,3 miliar pada kuartal III-2017. Pendapatan tersebut berasal dari proyek sebesar Rp 240,3 miliar dan retensi sebesar Rp 16,2 miliar. Walupun kinerjanya turun, arus kas IDPR dari aktivitas operasi pada kuartal III 2018 masih tercatat positif Rp 43,7 miliar. Tetapi jumlah menurun dari periode yang sama tahun sebelumnya tercatat positif Rp 239,3 miliar.

BERITA TERKAIT

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Geliat Sektor Industri - Anak Usaha Barito Pacific Jual Lahan 12,6 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan industri akan berdampak besarnya permintaan lahan industri di beberapa kota besar, maka melihat potensi tersebut,…

Danai Pengembangan Bisnis - Dana Brata Luhur Lepas Saham IPO 35 Juta Saham

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Dana Brata Luhur Tbk berencana melaksanakan penawaran umum perdana (initial…

TINS Perpanjang KSO dengan PT Industri Nukril

NERACA Jakarta – Keputusan PT Timah Tbk (TINS) untuk memangkas produksi dan mengurangi volume ekspor timah seiring dengan rendahnya harga…