Cara Tepat Mencegah Dehidrasi saat Berpuasa

Di bulan Ramadan, tubuh menahan haus dan lapar selama lebih dari 12 jam. Artinya, ketika berpuasa, tubuh tidak menerima asupan cairan saat sedang beraktivitas. Kondisi ini membuat tubuh rentan mengalami dehidrasi.

Dehidrasi terjadi saat tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan munculnya gejala berupa rasa haus, warna urine lebih pekat, mulut kering, dan kelelahan. Kondisi ini bisa membuat tubuh mengalami detak jantung yang tidak teratur, pusing, infeksi kandung kemih, hingga merusak ginjal.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga asupan cairan untuk mencegah dehidrasi saat bulan puasa. Orang dewasa disarankan untuk mengonsumsi 2,5 liter air putih setiap hari sebagai sumber cairan atau sekitar delapan gelas. Ahli gizi dari IPB, Hardinsyah menyarankan untuk meminum air putih saat sahur dan berbuka dalam jumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi."Jadi, total delapan gelas air putih satu hari di luar cairan lain [cairan dari makanan atau minuman berwarna] agar tubuh tidak kekurangan cairan," kata Hardinsyah dikutip dari CNN Indonesia.com.

Minumlah segelas air putih ketika bangun tidur saat hendak sahur. Lalu, konsumsi segelas 2-3 gelas air putih setelah makan sahur. Saat berbuka puasa, Hardinsyah menyarankan kembali mengonsumsi segelas air putih. Lanjutkan dengan 2-3 gelas setelah makan dan satu gelas air putih sebelum tidur.

Hardinsyah juga menyarankan untuk memeriksa kondisi warna urine ketika berpuasa. Jika berwarna keruh atau kekuningan, artinya tubuh mulai dehidrasi dan cegah dengan memperbanyak konsumsi air putih. Urine yang normal berwarna jernih."Lihat air urine di sore hari, kalau kuning kecokelatan artinya masih kurang cairan dan pola konsumsi air harus diperbaiki," ucap Hardinsyah.

Di sisi lain, Ramadhan bukan alasan untuk bermalas-malasan untuk mengeliminasi aneka aktivitas fisik termasuk olahraga. Sekalipun berpuasa, Anda juga tetap disarankan untuk berolahraga. Olahraga tetap musti masuk dalam agenda kegiatan tentu dengan porsi dan jenis berbeda.

Menurut Anar Allidina, ahli gizi yang berbasis di Ontario, Kanada, waktu terbaik untuk berolahraga selama Ramadan ialah sebelum matahari tenggelam. "Anda bisa mendorong diri lebih (untuk berolahraga) karena tahu sebentar lagi waktunya berbuka," kata dia dilansir dari Global News.

Jika jadwal kegiatan kurang memungkinkan, Allidina merekomendasikan untuk berolahraga satu jam setelah makan. Waktu satu jam diasumsikan tubuh sudah mencerna sebagian makanan dan sudah ada energi. Chrana Iwantha, pelatih kebugaran di gym India Club, Dubai menyarankan untuk melakukan olahraga jalan cepat. Jenis olahraga ini cocok dilakukan semua kalangan dari berbagai usia.

Buat mereka yang gemar berolahraga di dalam ruangan atau gym bisa mencoba olahraga luar ruangan. Jika masih ingin berolahraga di gym, dia menyarankan untuk menggunakan alat dengan kecepatan rendah. "Lebih baik fokus pada latihan kardio ringan, dan tidak membuat tubuh berlatih dengan intensitas tinggi selama berpuasa," kata Iwantha melansir dari Gulf News.

Untuk mengimbangi aktivitas olahraga, perlu ada asupan makanan yang tepat. Allidina berkata smoothie bisa memberikan asupan bergizi dalam jumlah pas. Dia merekomendasikan smoothie yang terbuat dari buah-buahan, sayuran, biji chia dan selai kacang. "Kuncinya di protein. Itulah yang akan membuat Anda kenyang," imbuhnya.

Sedangkan Iwantha menyarankan untuk memberikan asupan karbohidrat seperti pisang, selai kacang, ubi demi menjaga stamina. "Untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan, lebih baik hindari makanan berat, diet tanpa karbohidrat dan memperbanyak asupan daging putih, buah-buahan dan sayuran," katanya

BERITA TERKAIT

Perempuan Lebih Berisiko Aneurisma

Aneurisma dianggap sebagai 'silent killer'. Perempuan lebih berisiko terkena kondisi pelebaran pembuluh darah ini dibandingkan pria. Aneurisma merupakan kondisi kelainan…

Dampak Buruk Minuman Beralkohol pada Kesuburan

Tingkat kesuburan atau fertilitas seseorang bisa menjadi sebuah masalah. Banyak faktor yang memengaruhi kesuburan. Termasuk di antaranya faktor gaya hidup.…

Cara Efektif Cegah Serangan Jantung

Serangan jantung kini tak lagi memandang usia. Penyakit mematikan yang dulunya 'hanya' dikenal sebagai penyakit orang tua, kini juga menyasar…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Racun dalam Vape Ganggu Kekebalan Tubuh dan Picu Kanker

Rokok elektrik alias vape memicu kerusakan organ di dalam tubuh. Kandungan di dalam vape juga mengandung zat yang mengganggu sistem…

Ini Obat Alami untuk Panas Dalam

Panas dalam kerap dialami banyak orang, khususnya saat musim pancaroba. Serangan panas dalam sering digambarkan dengan kondisi tenggorokan yang panas,…

Mengulik Bahaya Minyak Curah yang Dilarang Pemerintah

Pemerintah melarang peredaran minyak curah terhitung sejak 1 Januari 2020 mendatang. Minyak curah yang beredar di pasaran dinilai berbahaya untuk…