Lagi, FIF Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun - Kejar Pertumbuhan Pembiayaan 7%

NERACA

Jakarta - PT Federal International Finance (FIF) menerbitkan surat utang atau obligasi senilai Rp1,5 triliun untuk menggenjot pembiayaan sepeda motor pada tahun ini. “Penerbitan obligasi ini merupakan salah satu instrumen pendanaan yang dipilih FIF karena ditunjang oleh situasi dan kondisi pasar obligasi yang masih kondusif,”kata Direktur FIF, Hugeng Gozali di Jakarta, Senin (13/5).

Dalam aksi korporasi penawaran umum berkelanjutan IV ini nilainya Rp 15 triliun. Artinya umurnya ini masih bisa digunakan tiga tahun ke depan. Dimana dana tersebut merupakan gambaran kebutuhan perseroan dalam tiga tahun ke depan dari pasar obligasi nasional dan untuk penerbitan tahap satu ini sebesar sebanyak-banyaknya Rp1,5 triliun.

Obligasi kali ini memiliki tingkat bunga tetap tahap satu pada 2019, yang telah mendapatkan rating idAAA dari lembaga Pemeringkat Efek Indonesia (Pefiindo). Obligasi yang akan diterbitkan oleh FIF terdiri dari dua seri yakni seri A dengan tenor 370 hari dan seri B dengan tenor 36 bulan. FIF menawarkan kisaran tingkat bunga sebesar 7,25-8% untuk seri A, dan 8-9% untuk seri B.

Masa penawaran awal dilaksanakan mulai dari 13-27 Mei 2019 denganrencana pencatatan obligasi ini akan dilaksanakan pada 26 Juni 2019 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penjamin pelaksana obligasi adalah PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia.

FIF telah melakukan penawaran umum obligasi sejak 2002 dengan total nilai obligasi yang telah diterbitkan mencapai Rp42 triliun dan yang telah jatuh tempo dan dilunasi sebesar Rp33 triliun. Sebagai informasi, tahun ini perusahaan pembiayaan kendaraan roda dua ini menargetkan pembiayaan sebesar Rp 40 triliun-Rp 41 triliun atau meningkat 6%-7% dibandingkan realisasi tahun lalu yakni Rp 37 triliun.

Untuk memenuhi target tersebut perusahaan telah menyediakan pendanaan baru yang berasal dari berbagai sumber. Diantaranya bank 40%, jointfinancing 20%, obligasi 20% dan sisanya dari dana internal perusahaan. Selain itu, FIF telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target pembiayaan di tahun ini, diantaranya dengan menggenjot pemasaran, bekerja sama dengan diler, meningkatkan pelayanan kepada debitur dan menambah cabang baru. Serta mengembangkan layanan digitalisasi, seperti penyaluran kredit lewat fintech.

Sepanjang 2018, penyaluran kredit FIF Group tumbuh 10% menjadi Rp 38 triliun. Peningkatan pembiayaan itu sejalan dengan bisnis kendaraan bermotor yang naik 95% di tahun lalu. Sementara komposisi pembiayaan FIF Group terbesar dari sepeda motor baru 67%, diikuti motor bekas 23% dan kredit elektronik 10%.

BERITA TERKAIT

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

Tunda Bagikan Dividen - BSDE Patok Pertumbuhan Konservatif

NERACA Tangerang– Meskipun ada keyakinan bisnis properti tahun ini masih tumbuh positif, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) masih mematok…

Genjot Pertumbuhan DPK, BTN Siap Kelola Dana IKAL

Pacu pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus perluas kerjasama dengan berbagai instansi. Teranyar, perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bisnis Properti Penuh Tantangan - Penjualan Residensial MDLN Tumbuh 130,49%

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) berhasil melewati tahun 2018 sebagai tahun yang penuh tantangan dengan…

Gandeng Kerjasama dClinic - RS Batam Layani Kesehatan Blockchain

NERACA Jakarta – Bisnis industri kesehatan dan kecantikan di Indonesia masih memiliki potensi pasar yang besar. Menjawab kebutuhan pasar kesehatan…

Investor di Sumut Bertambah 1.513 Orang

Pertumbuhan investor pasar modal di kalangan milenial terus berkembang pesat. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejak Januari - April…