Berkah Ekonomi Positif, Grup Lippo Catatkan Laba Tumbuh Signifikan

Neraca

Jakarta – Grup Lippo mencatatkan prestasi kinerja yang baik seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang positif. Sebut saja, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) membukukan laba bersih tahun buku yang berakhir Desember 2011 naik 294,57% menjadi Rp257,68 miliar dari sebelumnya sebesar Rp65,3 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin. Disebutkan,

peningkatan kenaikan ini didukung oleh kenaikan di bidang penjualan perseroan selama 2011. Selain itu, peningkatan pendapatan usaha perseroan juga meningkat menjadi Rp902,46 miliar atau naik 123,02% dibandingkan periode yang sama di 2010 sebesar Rp404,66 miliar.

Sehingga menghasilkan laba kotor perusahaan naik menjadi Rp388,85 miliar di 2011 dari Rp179,02 miliar di 2010. Kemudian, ekuitas perseroan pada 2011 mencapai Rp821,45 miliar atau naik dari posisi 2010 sebesar Rp563,77 miliar. Serta aset perusahaan naik dari Rp1,67 triliun menjadi Rp2,04 triliun.

Perseroan pun membukukan kewajiban sebesar Rp1,22 triliun pada 2011 atau naik dibanding posisi 2010 sebesar Rp1,11 triliun. Di mana harga per lembar sahamnya naik menjadi Rp370 dari sebelumnya Rp94.

Laba Lippo Karawaci Tumbuh 35%

Hal yang sama juga dialami PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang membukukan kenaikan laba bersih sebesar 35% menjadi Rp708 miliar pada 2011 dibandingkan pada 2010 sebesar RpRp525 miliar. "Dengan hasil tersebut maka laba bersih per lembar saham perseroan menjadi Rp32," kata Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya.

Dia melanjutkan, pendapatan perusahaan properti tercatat Rp4,19 triliun. Naik 34% dari pendapatan Rp3,13 triliun di 2010. "Hasil yang solid didukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, penjualan perumahan dan kota mandiri yang tinggi, pendapatan healthcare dan produktivitas yang lebih tinggi," imbuhnya.

Seluruh divisi usaha LPKR mencatat pertumbuhan berkelanjutan yang memuaskan dengan kinerja pendapatan yang tinggi datang dari divisi usaha strategis Residential/Township. Pendapatan divisi ini meningkat 59% menjadi Rp2,04 triliun dari Rp1,28 triliun di 2010.

Pendapatan divisi Hospitals naik 22% menjadi Rp1,26 triliun, sedangkan divisi Commercial mencatat peningkatan pendapatan sebesar 17 persen menjadi Rp417 miliar, sementara divisi Asset Management tumbuh empat persen menjadi Rp473 miliar dari Rp454 miliar di 2010. "Recurring Income LPKR tumbuh sebesar 16% menjadi Rp2,15 triliun, yang merupakan 51% dari total Pendapatan LPKR untuk tahun tersebut," imbuh dia.

Kata Ketut Budi Wijaya, pihaknya berharap kinerja yang positif ini bisa mendorong strategi perusahaan dalam mengubak Lippo Karawaci dari suatu kelompok usaha properti bernilai US$ 3 miliar menjadi US$ 8 miliar.

Asal tahu saja, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menargetkan total laba di 2012 tembus Rp1 triliun atau meningkat sekira 43%. Dengan peningkatan pendapatan sebesar 45% menjadi Rp6 triliun."Laba dari kegiatan usaha ordinary diharapkan tumbuh sebesar 17% sekalipun perkiraan biaya-biaya akan lebih tinggi dengan adanya pembangunan rumah sakit dan mal yang baru di 2012," kata Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya.

Ditambahkannya, perseroan berharap laba dari kegiatan usaha extraordinary sebesar Rp185 miliar sebagai hasil dari penjualan mal kepada Mal REIT di Singapura yang terafiliasi dengan LPKR.

Belum lama ini, perseroan memperluas kegiatan usahanya dengan membangun rumah sakit Siloam di Manado, sebagai menjawab kebutuhan masyarakat setempat khususnya di wilayah Sulawesi Utara.

Perluasan bisnis rumah sakit tersebut merupakan bagian perencanaan perusahaan go public itu, mengingat Sulawesi Utara salah satu provinsi perlu memiliki rumah sakit yang yang setaraf dengan kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta dan Surabaya, tetapi juga bertaraf internasional. (bani)

Related posts