BEI Siap Rilis Temuan Baru Dilapangan - Kerugian Nasabah BPS

Neraca

Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan mengumumkan informasi terbaru soal penggelapan dana nasabah PT Batavia Prosperindo Sekuritas (BPS) cabang Medan pekan ini. Rencananya, BEI akan merilis fakta terbaru soal keganjilan dari temuan BEI dilapangan.

Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Urip Budhiprasetyo menuturkan, pemeriksaan kasus Batavia Prosperindo Sekuritas akan selesai pada Senin depan (26/3) “Hasil pemeriksaan PT Batavia Prosperindo Sekuritas selesai minggu ini,” katanya di Jakarta kemarin.

Namun, Urip belum dapat menjelaskan lebih detil mengenai pemeriksaan terhadap PT Batavia Prosperindo Sekuritas. Pasalnya, pihaknya masih mencari angka di lapangan dan apa yang dilanggar oleh anggota bursa.

Saat ini, kata Uriep, pihak BEI masih terus mengumpulkan data dan fakta di lapangan untuk mengetahui secara jelas kronologis terjadinya dana yang raib milik lima nasabah di kantor PT Batavia Prosperindo Sekuritas cabang Medan.

Menurut Urip, dengan mengetahui secara pasti kronologis kejadian di lapangan diharapkan permasalahan bisa dipahami secara obyektif dan tidak terpengaruh oleh klaim-klaim sepihak yang disampaikan baik oleh pihak nasabah dan pihak PT Batavia Prosperindo Sekuritas.

Sebelumnya, pihak PT Batavia Prosperindo Sekuritas tengah melakukan inventarisasi dan investigasi data atas transaksi nasabah terkait klaim kerugian transaksi saham dana nasabah Batavia Prosperindo Sekuritas cabang Medan senilai Rp 30,2 miliar.

Bukan Penggelapan

Sebelumnya, Direktur Utama Batavia Prosperindo Sekuritas, Vientje Harijanto pernah bilang, pengaduan nasabah cabang Medan sudah ditindak lanjuti, di investarisasi dan juga tengah di investigasi, “Saat ini kita belum dapat memastikan apakah transaksi saham tersebut dilakukan oleh MD selaku karyawan BPS yang saat ini sudah tidak dapat dihubungi dan tidak berada di kantor cabang Medan, serta apakah ini merupakan tindakan atas intensi MD sendiri atau bersama dan di bawah pengaruh pihak lain yang berada di luar ruang lingkup kerja manajemen BPS," ungkapnya

Selain itu, dia juga mengungkapkan belum ada kesimpulan dari otoritas berwenang yang menyatakan bahwa kasus ini merupakan penggelapan. Selanjutnya, BPS akan selalu siap untuk menjelaskan kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Kata Vientje, pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan para nasabah cabang Medan pada tanggal 12 Maret 2012. Dia menceritakan, nasabah cabang Medan tersebut telah dibukakan rekening perdagangan saham oleh MD antara bulan Maret 2007 sampai bulan Februari 2011, dan telah melakukan transaksi aktif sampai dengan Maret 2012.

Namun hasil pertemuan tersebut tidak menemukan titik temu, dikarenakan permintaan BPS untuk melakukan pertemuan dengan masing-masing nasabah secara terpisah untuk mendudukkan persoalan masing-masing nasabah tidak disetujui oleh para nasabah, “Nasabah yang menyampaikan klaim tersebut adalah nasabah kami yang sudah lama melakukan transaksi saham,”ujarnya.

Kendatipun demikian, kata Vientje, pihak akan tetap membuka pintu komunikasi terhadap beberapa nasabah tersebut untuk menyampaikan data-data benar dan akurat sebagai bahan pendukung dari klaim yang diajukan agar dapat diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Selain itu, dia juga menegaskan, nilai kerugian dana nasabah Batavia Prosperindo Sekuritas cabang Medan yang raib tersebut tercatat sebesar Rp 3p,2 miliar dan bukan Rp 100 miliar, “Jadi kerugian transaksi saham di dalam rekening efek nasabah, total nilainya sebesar Rp. 30,2 miliar dan bukan Rp.100 miliar, seperti yang diberitakan media massa sebelumnya,"tegas Vientje. (bani)

Related posts