Mandiri Sekuritas Rilis Layanan MOST Sharia - Berivestasi Saham Syariah

NERACA

Jakarta – Dorong pertumbuhan investor pasar modal syariah, berbagai produk dan inovasi layanan terus dihadirkan perusahaan manajer investasi untuk memudahkan masyarakat berinvestasi di pasar modal syariah. Hal inilah yang dilakukan Mandiri Sekuritas (Mansek) dengan meluncurkan layanan MOST Sharia yang dilengkapi fitur tanda tangan elektronik tersertifikasi (digital signature) MOST DigiSign. Melalui layanan MOST Sharia menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin berinvestasi pada efek syariah di pasar modal Indonesia.

Managing Director Mandiri Sekuritas, Lisana Irianiwati dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, perseroan memiliki komitmen untuk menjadi perusahaan sekuritas terdepan dalam mengembangkan pasar modal syariah di Indonesia yang merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. “Dengan menggunakan teknologi digital signature yang pertama di pasar modal Indonesia, kami menghadirkan MOST Sharia sebagai sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada saham-saham syariah secara mudah, aman, dan berkah,”ujarnya.

Menurutnya, hadirnya layanan ini juga dimaksudkan untuk meraup ceruk pasar modal syariah yang masih besar. Apalagi, saat ini minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal secara syariah semakin tinggi seiring dengan kemudahan akses informasi digital. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor saham syariah di Indonesia hingga kuartal-I tahun ini mencapai sekitar 50.000 investor. Sementara itu, jumlah saham syariah yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hingga April 2019 berjumlah 406 saham.

Disampaikannya, MOST Sharia adalah layanan transaksi saham syariah secara daring (online) yang telah memenuhi prinsip-prinsip syariah di pasar modal. MOST Sharia merupakan platform yang telah mendapatkan sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) setelah memenuhi prinsip syariah yang ditetapkan melalui fatwa DSN-MUI Nomor 80 Tahun 2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek.

Para nasabah yang berinvestasi menggunakan MOST Sharia akan mendapatkan empat manfaat sekaligus, antara lain, proses pembukaan rekening efek dan rekening dana nasabah yang lebih cepat dengan menggunakan teknologi digital signature MOST DigiSign, mekanisme transaksi yang amanah sesuai dengan prinsip syariah fatwa DSN-MUI, kemudahan akses melalui berbagai platform (mobile, aplikasi, maupun web), serta fasilitas kelas investasi gratis mulai dari tahap pemula hingga mahir.“Sejak diluncurkan pada tahun 2013, jumlah nasabah MOST Sharia terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 90% dalam lima tahun terakhir. Karena itu, kami akan terus memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses layanan pasar modal syariah melalui inovasi layanan digital MOST,” kata Lisana.

Pada bulan lalu, Mandiri Sekuritas telah meluncurkan MOST DigiSign, fitur digital signature yang mempercepat pembukaan rekening efek dan rekening dana nasabah secara online hanya dalam waktu satu hari. Kehadiran MOST DigiSign semakin melengkapi pengalaman digital sebanyak 101 ribu nasabah Mandiri Sekuritas dalam berinvestasi di pasar modal, mulai dari pembukaan rekening efek online, aplikasi trading multiplatform MOST, layanan investasi syariah MOST Sharia, layanan reksa dana MOST Fund, serta kelas investasi online MOST Learning.

BERITA TERKAIT

Hadapi Era Industri 4.0, OJK Dorong BPR Syariah Kolaborasi

    NERACA   Jatim - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur mendorong Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS)…

Patok Harga Rp 221 Saham - GOLD Raup Rights Issue Rp 212,715 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan penyedia jasa infrastruktur telekomunikasi, PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan…

Kantar Rilis 10 Merek Yang Dipilih Konsumen

  NERACA   Jakarta - Perusahaan data, wawasan, dan konsultasi terkemuka di dunia, Kantar merilis studi tahunan untuk mengukur merek…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indonesian Tobacco Patok IPO Rp219 Persaham

NERACA Jakarta - Perusahaan pengolahan tembakau, PT Indonesian Tobacco Tbk menawarkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp219 per…

Tridomain Tawarkan Bunga Obligasi 10,75%

PT Tridomain Performance Materials Tbk. (TDPM) menawarkan obligasi II tahun 2019 senilai Rp400 miliar. Berdasarkan prospektus ringkas yang dirilis perseroan di…

Saham LUCK Masuk Dalam Pengawasan BEI

Lantaran telah terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), kini perdagangan saham PT Sentra Mitra…