Bliss Properti Fokus Tekan Angka Kerugian - Perbarui Mall Yang Ada

NERACA

Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal lewat penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) memastikan tahun ini tidak terlalu besar melakukan ekspansi bisnis penambahan mall baru. Pasalnya, perseroan hanya akan melakukan maintenance atau perawatan mall yang sudah ada. Selain itu, emiten pusat perbelanjaan ini menaruh asa bisa menekan angka kerugian dibandingkan tahun lalu.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan POSA, Astried Damayanti mengatakan, tahun ini fokus perseroan menekan angka kerugian dan merenovasi mall yang ada guna mengoptimalkan pendapatan.”Kita fokus bisa menekan kerugian dari beban bunga, disamping juga membangun satu mall di Jambi,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Namun soal pencapaian kinerja keuangan di 2018, dirinya belum mau menyebutkan lebih detail. Berdasarkan laporan keuangan Oktober 2018, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp58,17 miliar, turun 21,69% dari posisi Rp74,29 miliar pada Oktober 2017. Rugi tahun berjalan dapat diatribusikan pada Oktober 2018 senilai Rp268,54 miliar, membengkak dari rugi Oktober 2017 senilai Rp65,66 miliar.

Penurunan pendapatan perusahaan yang bergerak di bidang properti ini disebabkan oleh penutupan tenant di beberapa lokasi pusat perbelanjaannya. Alhasil, beban pokok perusahaan per tahun lalu juga menurun 6,16% menjadi Rp 43,03 miliar. Meskipun demikian, perseroan memiliki ambisi serius memacu pertumbuhan pendapatan dengan menargetkan pertumbuhan pendapatan 10%-20% tahun ini.

Menurut Astried Damayanti, target pertumbuhan dua digit pada tahun ini diperoleh dari kontribusi mal-mal POSA. Selanjutnya, pendapatan tersebut juga akan disumbang oleh Jambi City Center yang bakal mulai beroperasi Oktober mendatang. Sebagai informasi, perusahaan yang berdiri pada 2010 dan bergerak di bidang usaha properti berupa pusat perbelanjaan, hotel, dan kegiatan/fasilitas lainnya ini mengelola mal Ambon City Center.

Kemudian, anak perusahaannya mengelola pusat perbelanjaan di Ponorogo, Lombok, Tanjung Pinang, dan Jambi. Selain pusat perbelanjaan, anak perusahaan POSA, PT Pusat Bisnis Ponorogo juga memiliki sebuah hotel di kota Ponorogo. Untuk meningkatkan pendapatan perusahaan di tahun ini, Astried mengatakan, pihaknya akan memperbaharui mal-mal yang ada. Langkah ini dilakukan supaya orang tertarik untuk masuk ke pusat perbelanjaan yang POSA kelola.

Sebagai contoh, di Lombok City Center yang tengah direnovasi, POSA akan memasukkan beberapa tenant yang lumayan besar di tahun ini. Untuk meningkatkan kualitas pusat perbelanjaannya, tahun ini POSA juga akan berinovasi dengan mengikuti kebutuhan gaya hidup konsumen dengan memperbanyak toko retail. Jumlah toko yang menunjang gaya hidup ini rencananya bakal mencakup 50% dari tiap mal-mal POSA.

Tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp30-40 miliar. Anggaran ini diperoleh dari kas internal dan dana hasil penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Nantinya, dana capex tersebut akan digunakan untuk operasional, perbaikan peralatan, dan peremajaan gedung-gedung di Kota Ambon. Bliss Properti akan merambah kota-kota kecil (secondary city) untuk membangun pusat perbelanjaan (mall).

Menurut Direktur Utama POSA, Grasianus Johardy Lambert, kota-kota besar seperti Jabodetabek sudah terlalu padat, sehingga potensi pertumbuhannya minim. "Kita arahnya itu membuat mal di kota kedua kota ketiga karena memang visi kita ingin membantu pemerintah dalam menggerakkan ekonomi di desa-desa dan memang potensinya berkembang,"ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…