Aspartani Minta Gubernur Banten Lindungi Pertanian Pangan Berkelanjutan

Aspartani Minta Gubernur Banten Lindungi Pertanian Pangan Berkelanjutan

NERACA

Lebak - Ketua Asosiasi Pasar Tani (Aspartani) Provinsi Banten H Ulung memintaGubernur Banten Wahidin Halim bertindak tegas untuk melindungi lahan pertanian pangan berkelanjutan agar tidak beralih fungsi lahan seiring pesatnya pembangunan.

"Kita prihatin tahun ke tahun lahan pertanian berkurang akibat adanya alih fungsi lahan itu," kata Ketua Asosiasi Pasar Tani (Aspartani) Provinsi Banten H Ulung saat dihubungi di Lebak, dikutip dari Antara, kemarin.

Pemerintah Provinsi Banten harus melindungi lahan-lahan pertanian pangan berkelanjutan agar tidak menjadi alih fungsi lahan. Diperkirakan lahan pertanian di Provinsi Banten berkurang akibat pesatnya pembangunan.

Saat ini, lahan produktif menghasilkan pangan di delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten beralih fungsi menjadi kawasan perumahan, permukiman warga, kawasan industri, gedung perkantoran dan gedung pendidikan.

Berkurangnya lahan pertanian itu tentu mengancam ketersediaan pangan juga kehilangan pekerjaan bagi petani."Kami berharap Gubernur bertindak tegas untuk melindungi pertanian berkelanjutan," kata dia menjelaskan.

Menurut dia, pemerintah Banten sudah menerbitkan Peraturan Daerah (perda) No 5 Tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Dalam perda itu lahan pertanian berkelanjutan yang harus dilindungi di Provinsi Banten seluas 169.515,47 hektar (ha) tersebar di delapan kabupaten dan kota.

Namun, kebanyakan lahan pertanian pangan berkelanjutan terluas di Kabupaten Pandeglang seluas 53.951 ha, Kabupaten Serang 41.098,17 ha, Kabupaten Lebak 40.170,3 ha, Kabupaten Tangerang 29.295 ha, Kota Serang 3.022 ha, Kota Cilegon 1.736 ha, Kota Tangerang Selatan 150 ha, dan Kota Tangerang 93 ha."Kita yakin gubernur bisa melindungi pertanian pangan berkelanjutan karena sudah memiliki payung hukum itu," ujar dia menjelaskan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengatakan pemerintahan daerah hingga kini berkomitmen untuk melindungi lahan pertanian pangan berkelanjutan. Sebab wilayah Kabupaten Lebak merupakan sentra pangan di Provinsi Banten."Kita mempertahankan lahan pertanian berkelanjutan seluas 41.000 hektare," kata dia. Ant

BERITA TERKAIT

Lindungi Kepentingan Publik - Garuda Perlu Perbaiki Laporan Keuangan

NERACA Jakarta - Menyikapi soal polemik laporan keuangan yang disajikan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), menurut Ketua Umum Institut Akuntan…

Pemilik Bank Bali Minta OJK Investigasi Penjualan Bank Permata

    NERACA   Jakarta - Pemilik Bank Bali, Rudy Ramli meminta agar proses penjualan saham Bank Permata oleh Standart…

Februari Banten Alami Deflasi 0,00 Persen

Februari Banten Alami Deflasi 0,00 Persen NERACA Banten - Provinsi Banten pada Februari 2019 mengalami deflasi 0,00 persen bila dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Amarta: Kebijakan Anies Jangan Dikaitkan Pilpres 2024

Amarta: Kebijakan Anies Jangan Dikaitkan Pilpres 2024 NERACA Jakarta - Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), Rico Sinaga menilai, terlalu dini…

8000 Orang Bebersih Ciliwung Sepanjang 69,3 km Pecahkan Rekor Muri

8000 Orang Bebersih Ciliwung Sepanjang 69,3 km Pecahkan Rekor Muri NERACA Cibinong - Sebuah gerakan bersama yang melibatkan lebih 8000…

Pawai Budaya Peringatan 379 Tahun Kota Amlapura

Pawai Budaya Peringatan 379 Tahun Kota Amlapura NERACA Karangasem - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan meresmikan gelaran…