Pendapatan Estika Tata Tiara Tumbuh 38,3% - Laris Manis Jualan Daging

NERACA

Jakarta – Jualan daging olahan produksi PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) yang dikenal dengan produk Kibifnya laris manis terjual di pasar. Tengok saja, pada akhir kuartal I 2019, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp278,2 miliar atau naik 38.3% dibanding priode yang sama tahun lalu tercatat sebesar Rp201,2 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin

Pertumbuhan pendapatan juga mengerek perolehan laba bersih yang melesat tajam 115,27% menjadi Rp 14,94 miliar, dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,94 miliar. Sementara beban pokok pendapatan juga mengalami kenaikan 37,5% dari Rp168,42 miliar menjadi Rp231,42 miliar pada akhir kuartal I 2019. Pada sisi ekuitas, tercatat Rp361,25 miliar atau naik 76,96% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp204,77 miliar.

Sedangkan kewajibanperseroantercatat senilai Rp334,38 miliar atau mengalami peningkatan 25,09% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp267,68 miliar. Sementara aset perseroan tercatat senilaiRp695,64 miliar atau naik 1,25% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp472,4 miliar.

Tahun ini, perseroan menargetkan laba bersih Rp 80 miliar dan optimis bakal tercapai seiring dengan ekspansi bisnis yang bakal dilakukan. Direktur Utama BEEF, Yustinus Sadmoko pernah bilang, tahun 2019 ini pihaknya semakin yakin laba bersih akan tembus sesuai target. Hal ini didukung dengan adanya peningkatan penjualan menjadi Rp 1,4 triliun pada tahun 2019.

Kemudian salah satu upaya untuk menggenjot keuntungan adalah dengan melakukan ekspansi pabrik. Total dana yang disiapkan untuk invetasi ini sebesar Rp 100 miliar. Naik dari investasi belanja modal tahun 2018 sebesar Rp 50 miliar. “Pemasaran 100% masih untuk pasar dalam negeri, utamanya tersebar di Jabodetabek. Namun kami juga sudah hadir di kota-kota besar seluruh Indonesia. Kami sedang mengkaji juga untuk memasuki pasar ekspor,” ujar Yustinus.

Selain fokus pada pengembangan daging sapi olahan, BEEF juga berencana untuk mengembangkan usaha penjualan dan peternakan sapi. Perusahaan memiliki usaha penggemukan dan penjualan sapi dengan kapasitas mencapai 1.000 ekor sapi setiap bulannya. Usaha ini melengkapi bisnis daging olahan mereka yang mencapai 1.500 ton per bulan.

BERITA TERKAIT

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…