Telkom Serap Belanja Modal Rp 7,26 Triliun

Di kuartal pertama 2019, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp 7,26 triliun. Dengan begitu, TLKM sudah menggunakan sekitar 22% dari anggaran belanja modal di tahun ini. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, tahun ini emiten telekomunikasi plat merah ini menganggarkan belanja modal di atas Rp 33 triliun. Angka ini sedikit naik jika dibandingkan dengan tahun lalu yang ada di level Rp 33 triliun. Belanja modal terbesar akan digunakan untuk ekspansi jaringan. Untuk sektor bisnis mobile, anggaran yang disiapkan sebesar 40%-50% dari total belanja modal. Sementara sisanya digunakan untuk bisnis non-mobile.

Kata Direktur Utama TLKM, Alex J. Sinaga, capex tersebut dominan digunakan untuk membangun infrastruktur broadband atau tulang punggung jaringan. “Baik untuk mobile, yakni pembangunan BTS 4G LTE dan pengembangan sistem IT, maupun fixed broadband berupa jaringan akses serat optik ke rumah serta jaringan backbone serat optik bawah laut dan darat,”ujarnya.

Menurut dia, penguatan kapabilitas broadband ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, ia yakin dan optimistis pada tahun 2019 ini, TLKM dapat mencatat kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Per kuartal I-2019, TLKM mencatatkan pendapatan Rp 34,84 triliun atau naik 7,73% secara tahunan. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, TLKM mencatatkan pendapatan sebesar Rp 32,34 triliun. Sementara laba bersih perserian tumbuh 9% secara tahunan menjadi Rp 6,22 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih TLKM adalah sebesar Rp 5,73 triliun

BERITA TERKAIT

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

Targetkan Penjualan Rp 1,7 Triliun - Duta Pertiwi Mengandalkan Proyek Eksisting

NERACA Tangerang  -Mempertimbangkan pasar properti yang masih lesu, PT Duta Indah Pertiwi Tbk (DUTI) mematok pertumbuhan bisnis konservatif dengan menargetkan…

AKIBAT AKSI DEMO 22 MEI 2019 - Aprindo: Pengusaha Mal Rugi Rp1,5 Triliun

Jakarta-Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan, kerugian pusat perbelanjaan atau mal di kawasan Jakarta yang menutup kegiatan operasionalnya karena demo…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…