Medco Energi Terbitkan Obligasi US$ 650 Juta - Danai Akuisisi Ophir Energy

NERACA

Jakarta – Cari modal guna memuluskan rencana akuisisi Ophir Energy, PT Medco Energi Internasional Tbk (Medco) menerbitkan obligasi dengan nilai US$650 juta dan bertenor tujuh tahun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

CEO Medco, Roberto Lorato mengungkapkan bahwa seiring dengan penerbitan obligasi itu, kinerja keuangan Medco semakin membaik dari waktu ke waktu."Permintaan yang kuat dari para investor obligasi mencerminkan rekam jejak pencapaian perusahaan yang konsisten dengan komitmennya, baik kinerja operasional kami maupun rencana deleveraging,"ujarnya.

Menambahkan Roberto, Direktur Utama Medco, Hilmi Panigoro, menyatakan bahwa peningkatan kredit dari B menjadi B+ menjadi bukti kepercayaan investor terhadap Medco."Pengingkatan peringkat kredit mencerminkan kepercayaan investor terhadap perusahaan kami. Persetujuan oleh pemegang saham Ophir Energy Plc jelas merupakan tonggak baru dalam menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan transaksi yang kompleks, serta bersifat multiyurisdiksi," sambungnya.

Dia menambahkan, akuisisi yang ditargetkan selesai pada kuartal II 2019 itu diharapkan dapat memperkuat posisi Medco sebagai perusahaan energi dan SDA yang terintegrasi."Kami berharap akan lebih memperkuat posisi kami sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam yang terintegrasi. Kami akan terus menyampaikan hasil yang sesuai rencana dan komitmen kami dalam meningkatkan nilai bagi semua pemangku kepentingan," jelasnya.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sekitar US$400 juta atau naik dua digit dari realisasi 2019. Medco Energi Internasional saat ini melakukan eksplorasi dan memproduksi minyak dan gas. Selain itu, perseroan juga mengoperasikan pembangkit listrik tenaga gas, panas bumi, dan air melalui kepemilikan saham di Medco Power Indonesia (MPI) sebesar 88%.

Di bisnis pertambangan, perseroan memiliki kepemilikan non-konsolidasi di PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang mengoperasikan tembaga besar Indonesia dan tambang emas. MEDC sebelumnya memproyeksikan alokasi belanja modal senilai US$270 juta pada 2019 dengan rincian US$110 juta untuk kelistrikan dan US$160 juta untuk ekspansi minyak dan gas (migas). Adapun, jumlah itu turun dari total proyeksi 2018 senilai US$340 juta.

Selain menaikkan belanja modal, perseroan juga mengerek target penjualan listrik melalui Medco Power Indonesia (MPI). MPI menargetkan penjualan tenaga listrik 2.850 Gigawatt Hour (GWh) tahun ini atau naik sekitar 5,39% dari realisasi 2.704 GWh pada 2018.Untuk tingkat produksi minyak dan gas, MEDC memproyeksikan akan bertumbuh menjadi dari 85 mboepd menjadi 110 mboeped. Proyeksi itu sejalan dengan target segera rampungnya akuisisi Ophir Energy.

BERITA TERKAIT

Permintaan Pasar Meningkat - Produksi Batu Bara Golden Energy Tumbuh 45%

NERACA Jakarta – Kuartal pertama 2019, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) membukukan pertumbuhan produksi batu bara 45%. “Produksi batu…

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…