17,4 Juta Keluarga Miskin Serap Raskin - Bulog Salurkan 500.000 Ton

Bulog Salurkan 500.000 Ton

17,4 Juta Keluarga Miskin Serap Raskin

Jakarta--- Keluarga miskin menjadi prioritas Bulog dalam menyalurkan beras miskin (raskin). Makanya hingga 8 Maret 2011, sekitar 17,4 juta keluarga miskin diperkirakan telah mengkonsumsi 527.688 ton raskin. Bulog sendiri menargetkan pada 2011 ini menargetkan bisa menyalurkan 3.147.841 ton raskin kepada 17.488.007 Rumah Tangga Miskin (RTM). "Untuk tiga bulan ini, sudah 527.668 ton," ujar Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso kepada wartawan di Jakarta, 9/3.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengizinkan Bulog menggunakan dana public service obligation (PSO) untuk pengadaan beras rakyat miskin (raskin) sebesar Rp7,5 triliun, 50% dari total pagu di awal tahun. Izin pencairan dana PSO itu sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.125/PMK.02/2010.

Menurut Menkeu Agus D. W. Matowardojo, total pagu anggaran dana PSO untuk pengadaan raskin di APBN 2011 senilai Rp15 triliun. "Dengan keputusan ini, Bulog tidak perlu meminjam dana perbankan dalam melakukan pembelian raskin," ujarnya.

Sementara Soetarto menambahkan Bulog siap menyediakan berapa pun beras yang dibutuhkan daerah untuk melakukan operasi pasar. "Pokoknya daerah yang memerlukan kita layani. Saat ini Bulog telah menyalurkan sekitar 100 ribu ton beras untuk keperluan operasi pasar. Titik-titik operasi pasar masih di Jakarta dan Medan,” tambahnya.

Perum Bulog baru menyerap 117 ribu ton beras dari petani lokal sepanjang panen sampai Februari lalu. Padahal Bulog harus mencapai target pengadaan beras 3,5 juta ton dari stok saat ini 1,5 juta ton.

Dikatakan Sutarto,saat ini pihaknya telah melakukan kontrak pembelian beras sebanyak 145 ribu ton. Namun, yang terserap hingga Februari lalu baru 117.000 ton untuk daerah-daerah di Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, dan NTB. "Jadi hari kemarin kita sudah mencapai 117 ribu ton yang sudah masuk, kontraknya sudah 145 ribu ton, terutama di Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, NTB," ujarnya

Menurut Sutarto, rendahnya penyerapan tersebut disebabkan panen yang belum merata. Ditambah lagi harga beras di tingkat petani melebihi Harga Pembelian Pemerintah (HPP). "Karena panen belum merata sehingga harganya masih tinggi di beberapa tempat," ujarnya.

Pada tahun ini, target pengadaan beras Bulog adalah 3,5 juta ton. Dengan penyerapan yang masih rendah tersebut, Sutarto tidak merasa khawatir. “Stok Alhamdulillah, sesuai dengan permintaan pemerintah, kita menjaga minimal 1,5 juta ton dan kita juga tidak ada hambatan. dan raskin pun telah kita salurkan Maret lebih dari 67% dari target. kalau awal Maret saya kira ini relatif cukup baik," tandasnya. **ruhy/cahyo

BERITA TERKAIT

Bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan - Indah Kiat Salurkan Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda

Masih dalam rangka peduli kemanusiaan terhadap korban musibah tsunami di Selat Sunda akhir tahun 2018 kemarin, industri Asia Pulp &…

Masalah Inflator Kantong Udara, Toyota Tarik 1,7 Juta Kendaraan

Toyota Motor Corp mengatakan pada Rabu (9/1) bahwa pihaknya menarik 1,7 juta kendaraan di seluruh dunia terkait adanya potensi masalah…

Kembangkan Inftastruktur dan SDM - Rifan Financindo Bidik Transaksi 1,5 Juta Lot

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan performance kinerja yang positif di tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Rifan Financindo Berjangka…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Tekankan Peningkatan Kesejahteraan Pasca Inhil Jadi Kluster Kelapa di Indonesia

  NERACA   Indragiri Hilir - Dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan turunan kelapa yang ada di Kabupaten Inhil, Bupati HM…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…