Bank DBS Jalin Kerjasama dengan Home Credit - Perluas Layanan

NERACA

Jakarta – Bank DBS Indonesia menjalin kerjasama dengan Home Credit untuk menawarkan layanan joint financing. Director Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Wawan Sulum mengatakan kerja sama ini untuk mempermudah para nasabah yang belum terjangkau layanan perbankan berupa pinjaman tanpa harus bersusah payah. Ia mengatakan, nasabah cukup menggunakan telepon seluler (ponsel) untuk mendapatkan akun rekening pribadi saat ingin mengambil kredit di Home Credit.

“Kami melihat masih minimnya angka unbanked population yang baru mencapai 38 persen serta terbatasnya akses pinjaman ke institusi finansial. Untuk itu kami membangun kerja sama dengan Home Credit Indonesia untuk menyediakan solusi keuangan bagi masyarakat yaitu menyediakan pinjaman dengan skema joint financing,” ujar dia di Jakarta, Kamis (9/5).

Wawan menjelaskan, joint financing berarti memberikan pembiayaan bersama atas fasilitas kredit yang disalurkan kepada pelanggan Home Credit Indonesia dengan porsi pembayaran, syarat, dan kondisi yang telah ditentukan dalam menyalurkan pembiayaan kepada end user. Meskipun sudah diresmikan, namun program ini baru dapat dilakukan di sekitar area saja karena masih dalam tahap percobaan. “Sekarang masih dalam percobaan, nanti beberapa bulan lagi akan segera di luncurkan ke seluruh Indonesia. Tunggu saja,” kata dia.

Perihal target nasabah yang akan dicapai, DBS maupun Home Credit masih belum dapat menentukan. Namun jika proyek ini berhasil maka Bank DBS Indonesia akan memperdalam lagi kerja sama ini. “Ini kan produk baru buat DBS dalam hal joint financing, ya kita coba dulu. Nanti kalau respondnya positif kita akan pol gas,” tambah dia.

Bank DBS Indonesia berharap kerja sama ini dapat berjalan dengan baik kedepannya dan memberikan pengalaman perbankan yang mudah bagi pelanggan Home Credit Indonesia melalui digibank by DBS. Tidak jauh berbeda dengan Bank DBS, CEO PT Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler juga berharap kerja sama ini dapat berjalan dengan baik ke depannya. “Dari kesamaan visi dan misi kami, kami percaya kerjasama ini akan dapat mempermudah akses masyakat ke perbankan dan memberikan pengalaman belanja yang mudah dan cepat,” jelasnya.

BERITA TERKAIT

KERJASAMA PEMANFAATAN DATA KEPENDUDUKAN

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Prof. DR. Zudan Arif Fakrulloh SH, MH (kedua kiri) berbincang dengan Direktur Utama Mandiri…

Kemenkes Siapkan 6.047 Fasilitas Layanan Kesehatan di Jalur Mudik

    NERACA   Jakarta - Kementerian Kesehatan menyiapkan 6.047 fasilitas layanan kesehatan di sepanjang jalur mudik 2019 untuk memastikan…

Bank Banten Tingkatkan Kesadaran Berbagi Buka Puasa Bersama Yatim

Bank Banten Tingkatkan Kesadaran Berbagi Buka Puasa Bersama Yatim NERACA Serang - Puluhan anak yatim di Kota Serang diajak buka…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Meski Terjadi Aksi 22 Mei, Transaksi Perbankan Meningkat

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan demonstrasi terkait Pemilu pada 22 Mei 2019 yang diwarnai…

Libur Lebaran, BI Tutup Operasional 3-7 Juni

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk meniadakan seluruh kegiatan operasional pada 3-7 Juni 2019 atau…

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…