Menteri Pertahanan - Bahaya Perang Mindset Ancam Ideologi Negara

Ryamizard Ryacudu

Menteri Pertahanan

Bahaya Perang Mindset Ancam Ideologi Negara

Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengingatkan tentang bahaya perang mindset atau pola pikir yang mengancam ideologi negara, Pancasila.

"Yang paling berbahaya dari ancaman nonfisik yaitu ancaman terhadap mindset bangsa Indonesia yang berupaya untuk mengubah Ideologi negara bangsa Indonesia. Pancasila itu alat pemersatu, begitu alat pemersatu dipecah, ini harus dipahami. Tapi, lebih banyak enggak paham gitu, enggak jelas hoaks-hoaks itu," kata Menhan saat membuka Simposium bertemakan "Ancaman Perang Mindset dalam Era Keterbukaan Informasi", di Gedung Kemhan, Jakarta, Rabu (8/5).

Disebutkannya, ada tiga ancaman terhadap negara. Pertama, perang terbuka antarnegara. Kedua, perang dengan terorisme, bencana alam, dan narkotika. Ketiga, perang mindset.

Ryamizard mengatakan ancaman mindset ini bersifat masif dan terstruktur. Saat ini, ia menilai yang paling banyak muncul dan beredar di masyarakat adalah faham khilafah. Ia menuding hal ini juga yang kemudian bermuara pada faham radikal yang bermunculan di Indonesia.

"Ancaman khilafah ini sudah terang-terangan ingin mengganti ideologi negara Pancasila," kata Ryamizard.

Ryamizard meminta kepada masyarakat Indonesia untuk mewaspadai perang pemikiran. Beberapa negara hancur karena ada ideologi lain yang mengubah ideologi negara tersebut."Perang mindset itu murah meriah, tapi jika pihak musuh sudah dapat hancurkan pilar dan sendi dasar bernegara. Contoh ada beberapa negara karena ideologi dan simbol negara dirusak oleh ideologi lain. Contoh Uni Soviet, negara kuat, kalau perang terbuka dua-duanya hancur, tapi ini hancur sendiri," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini.

Ryamizard menyebutkan, serangan mindset akan terus mempengaruhi hati dan pikiran rakyat dengan tujuan untuk membelokkan pemahaman terhadap ideologi negara.

"Metode operasional perang ini dilakukan melalui infiltrasi ke dalam dimensi intelijen, militer, pendidikan, ekonomi, ideologi, politik, Sosial Budaya/kultur dan agama, bantuan-bantuan, kerja sama berbagai bidang dan media/informasi," jelas Menhan. Ant

BERITA TERKAIT

Menteri Dalam Negeri - Pejabat Daerah Tolak Bingkisan Lebaran

Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri Pejabat Daerah Tolak Bingkisan Lebaran Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menerbitkan surat edaran…

Menteri Siti: Sampah Plastik Berbahaya - KLHK Kampanye Puasa Bersih Sampah Plastik di Rest Area Cibubur

Menteri Siti: Sampah Plastik Berbahaya KLHK Kampanye Puasa Bersih Sampah Plastik di Rest Area Cibubur NERACA Jakarta - Dalam rangkaian…

FDA Ingatkan Bahaya Efek Samping Obat Tidur

Di samping asupan gizi, manusia memerlukan tidur agar tubuh berfungsi maksimal. Tak heran sebagian orang berusaha keras agar bisa tidur…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Jubir KPK : MCP Papua Baru 25 Persen

Jubir KPK : MCP Papua Baru 25 Persen NERACA Jayapura - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan dari hasil evaluasi hingga…

PT PAU Milik Boy Thohir Diduga Akibatkan Kerugian Negara Rp2 Triliun Lebih

PT PAU Milik Boy Thohir Diduga Akibatkan Kerugian Negara Rp2 Triliun Lebih NERACA Jakarta - Perusahaan milik pengusaha nasional Garibaldi…

KY: DPR Memang Berwenang Menolak Usulan CHA

KY: DPR Memang Berwenang Menolak Usulan CHA NERACA Jakarta - Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus mengatakan DPR memang…