LPKR Gandeng Kerjasama Gateway Partners - Serap Penerbitan Saham Baru

NERACA

Jakarta – Guna memuluskan aksi korporasi berupa penerbitan saham baru atau rights issue, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menggandeng Gateway Partners LLC, perusahaan yang bergerak di bidang private equity untuk menyerap right issue. “Hal ini merupakan bukti lebih lanjut atas kepercayaan para investor terhadap kemampuan perseroan untuk mewujudkan rencana transformasinya," kata CEO PT Lippo Karawaci Tbk, John Riady di Jakarta, kemarin.

John mengungkapkan, sejak pengumuman rencana transformasi LPKR pada 12 Maret 2019, harga saham perseroan kembali menguat (rebound) dan obligasinya menjadi salah satu yang memiliki kinerja terbaik di Asia. Transformasi yang dilakukan perseroan juga bertepatan dengan semakin pastinya Joko Widodo terpilih kembali sebagai Presiden RI. Hal ini tentunya akan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan berpengaruh terhadap optimisme Lippo Karawaci.

John Riady menambahkan, hadirnya Gateway Partners di Lippo Karawaci merupakan bukti kepercayaan mereka terhadap kemampuan perseroan untuk memenuhi permintaan yang meningkat akan perumahan, dan layanan kesehatan kelas dunia di Indonesia.”Kami berterima kasih atas partisipasi Gateway Partner dan kami akan terus fokus pada pelaksanaan pekerjaan dan menghasilkan keuntungan bagi para pemegang saham," kata John.

Perusahaan lain dalam portofolio Gateway Partners termasuk pengembang real estat di Vietnam, No Va Land Investment Group; jaringan klinik kesehatan di Singapura, Healthway Medical; perusahaan pengolahan air terbesar di Indonesia, Moya Holdings Asia; serta produsen roti dan kue di India, Mrs. Bectors Food Specialities.

Selain Gateway, komitmen serupa juga diberikan George Raymond Zage III dan Chow Tai Fook Nominee Limited yang telah menandatangan perjanjian untuk membeli saham perusahaan melalui right issue. Berbasis di Singapura dan Dubai, Gateway Partners dikelola oleh V. Shankar, mantan direktur dan Chief Executive Officer Standard Chartered Bank untuk Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Amerika. Dana yang dimiliki perusahaan, Gateway Fund I, dengan total aset 757 juta dolar AS pada awal 2019, memfokuskan investasinya pada perusahaan-perusahaan yang melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat di negara-negara berkembang di Asia dan Afrika.

Shankar mengatakan, Gateway Partners mengadopsi strategi investasi back-to-basics, dengan mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang mendapat manfaat dari faktor demografi yang menguntungkan, peningkatan konsumsi per kapita dan meningkatnya urbanisasi. Lippo Karawaci, menurut Shankar, sangat cocok dengan mandat investasi perusahaan, mengingat fokusnya di sektor perumahan dan pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat kelas menengah Indonesia yang jumlahnya semakin meningkat.

BERITA TERKAIT

Bank NTT Akhirnya Punya Dirut Baru

    NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) bakal dinakhodai Direktur Utama (Dirut)…

Perbanyak Mitra Baru - Kioson Targetkan Penjualan Rp 4,74 Triliun

NERACA Jakarta – Rencanakan menambah mitra baru tahun ini menjadi 70 ribu mitra yang tersebar di Indoesia, PT Kioson Komersial…

PLIN Lepas 512,20 Juta Saham Tresuri

PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) akan menjual saham tresuri yang telah digenggam sejak 2016-2017. PLIN akan mengalihkan saham tresuri…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…