Sepekan, IHSG Belum Terpengaruh BBM Naik - Belum Meninggalkan Level 4.000

Neraca

Jakarta – Perdagangan saham indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan kemarin berjalan cukup seimbang atau masih stabil di level 4.000 point. Kondisi ini belum mempengaruhi pergerakan indeks BEI dibalik isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kata kepala riset MNC Securities Edwin Sebayang, masih positifnya pergerakan indeks BEI dipengaruhi ramainya perusahaan membagikan dividen setelah ditahun lalu mencatatkan kinerja keuangan yang cukup positif, “Pengumuman dividen yang dilakukan beberapa emiten BEI justeru akan menjadi katalis penahan sentimen negatif akibat melemahnya bursa global,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Oleh karena itu, faktor pengumuman pembagian dividen atas beberapa emiten di BEI akan menjadi pendorong IHSG untuk melanjutkan penguatannya sebelum libur panjang perdagangan.

Menurut Edwin, pergerakan indeks akan berada di level "support-resistance" 4.008-4.051. Sementara research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) Purwoko Sartono menilai, reboundnya saham perbankan dan otomotif berhasil menopang indeks keluar dari area negatif.. “Jelang libur panjang diakhir pekan kemarin, investor terlihat banyak melakukan aksi ambil untung. Namun reboundnya saham perbankan dan otomotif berhasil selamatkan indeks dari tekanan,”paparnya.

Sedangkan analis Sinarmas Sekuritas Jansen Kustianto menuturkan, secara teknikal indeks sudah diperkirakan akan mendatar dengan kecenderungan menguat. Kala itu, Jansen memprediksikan indeks berada pada 4.022-4.050.

Jansen menambahkan data tingkat penjualan rumah di AS serta antisipasi dirilisnya data manufaktur China dan Uni Eropa dapat memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks. Asal tahu saja, IHSG Kamis kemarin ditutup naik tipis 5,325 poin (0,13%) ke level 4.041,559. Padahal, sebaliknya IHSG Kamis dibuka turun 0,60 poin atau 0,01% ke posisi 4.035,69.

Kata senior reseach HD Capital Yuganur Wijanarko, pergerakan IHSG kamis keluar dari formasi konsolidasi jangka pendek. "Indeks menuju target `resistance` pertama pada 4.080 versus `breakdown` jangka pendek ke 3.900," ungkapnya.

Tercatat sektor yang mengalami penguatan dipimpin oleh sektor perkebunan dan manufaktur masing-masing sebesar 0,3% dan sektor keuangan sebesar 0,2%. Untuk sektor yang mengalami penurunan antara lain sektor perdagangan sebesar 0,4%, pertambangan sebesar 0,3% dan industri dasar sebesar 0,2%.

Alhasil pada penutupan perdagangan sesi I Kamis kemarin, IHSG naik 2,82 poin (0,1%) ke level 4.039,05. Sementara indeks saham unggulan LQ45 menguat 0,13 poin (0,01%) ke level 696,26. (bani)

Related posts