Pertumbuhan dan Lapangan Kerja

Oleh : Prof. Firmanzah Ph.D

Guru Besar Fakultas Ekonomi UI

Pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Korelasi dua hal ini menjadi isu penting dengan kehadiran aktivitas ekonomi padat modal (capital intensive) dan padat teknologi (technology intensive). Dimana ke dua sektor tersebut memiliki potensi pengungkit (leverage) atas pertumbuhan yang tinggi namun sedikit sekali menyerap lapangan pekerjaan. Bagi negara berkembang seperti Indonesia tentunya ke dua sektor tersebut diharapkan untuk memberikan nilai tambah namun secara riil sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar masih sektor pertanian.

Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2011, dari total pekerja (usia > 15 tahun) Indonesia yang berjumlah 109 juta, mereka yang bekerja di sektor pertanian-kehutanan-perkebunan-perikanan berjumlah 39 juta (53,9%).

Sementara mereka yang bekerja pada industri pengolahan berjumlah 14 juta (13,3%). Sektor keuangan, asuransi, usaha persewaan bangunan, tanah dan jasa perusahaan menyerap tenaga kerja sebesar 2.6 juta pekerja (2,4%). Perlu adanya keberpihakan nasional untuk membantu peningkatan kualitas dan kapasitas produksi sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar.

Sementara itu, pada 2012, pemerintah menargetkan elastitisitas pertumbuhan ekonomi atas penyerapan tenaga kerja adalah1:440 ribu. Artinya setiap 1% pertumbuhan akan menciptakan lapangan kerja sebesar 440 ribu. Target kontribusi pertumbuhan atas penyerapan tenaga kerja 2012 sangat konservatif apabila dibandingkan dengan 2010 dimana setiap 1% pertumbuhan dapat menyerap 500 ribu tenaga kerja. Dimana pada tahun 2010 total angkatan kerja yang terserap berjumlah 3,3 juta.

Program pemerintah yang mengaitkan keberpihakan atas pro-growth dan pro-job diharapkan dapat menyelesaikan kemiskinan (pro-poor). Melihat sebaran penyerapan angkatan kerja di BPS, maka sektor pertanian-kehutanan-perkebunan-perburuan perlu mendapatkan prioritas dan perlu tercermin dalam politik anggaran nasional.

Dengan total angkatan kerja per Agustus 2011 berjumlah 39 juta pekerja, sektor ini menghidupi 53,9% dari total angkatan kerja nasional. Memberdayakan dan mengoptimalkan sektor ini tidak hanya strategis untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 2012 berkisar 6,4%-6,7% tetapi juga membantu keberlangsungan hidup mayoritas tenaga kerja nasional.

Untuk dapat mengoptimalkan sektor pertanian-kehutanan-perburuan-kelautan maka koordinasi lintas kementrian mutlak diperlukan. Di dalam sektor tersebut terdapat paling tidak lima kementerian yang perlu berkoordinasi yaitu Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Perikanan dan Kelautan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian dan Kementerian BUMN. Selain itu juga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) perlu dilibatkan untuk optimalisasi pembangunan saluran irigasi dan pelabuhan ikan tangkap yang diperlukan dalam sektor tersebut. Tanpa adanya hal ini maka pertumbuhan ekonomi yang terwujud tidak diiringi oleh penambahan tenaga kerja nasional yang signifikan.

Related posts