Nusa Raya Cipta Bidik Proyek Jalan Tol di Jawa - Kejar Target Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA

Jakarta –Pacsa pesta demokrasi atau Pemilu, geliat pembangunan infrastruktur kembali berjalan. Kondisi inilah yang menjadi harapan pelaku bisnis kontruksi pertumbuhan bisnis kembali berjalan setelah di kuartal pertama masih berjalan negatif. Hal inilah yang menjadi keyakinan bagi PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), pasca Pilpres geliat pembangunan infrastruktur kembali berjalan.

Tengok saja, sampai dengan April 2019, perusahaan kontruksi ini telah mengantongi kontrak baru senilai Rp 1,4 triliun."Sesuai dengan rencana bisnis kami, target pendapatan kontrak baru tahun ini Rp 3,5 triliun. Sampai April perolehan kontrak baru Rp 1,4 triliun, jadi kami yakin masih inline sampai akhir tahun ini mencapai target," kata Hadi Winarto Christanto, Direktur Utama NRCA di Jakarta, kemarin.

Yang jelas, tahun ini manajemen berfokus untuk mengembangkan dan mempertahankan usaha jasa konstruksinya. Dari target kontrak baru tersebut, perusahaan berharap bisa mencapai pendapatan sebesar Rp 2,7 triliun. Kemudian perkiraan laba bersih ditargetkan di Rp 105 miliar tahun ini dari kontrak baru Rp 3,5 triliun.

Selain membidik kontrak baru, perusahaan juga masih memiliki kontrak carry over dari tahun sebelumnya sebesar Rp 4,44 triliun. Yang jelas, sejauh ini proyek building komersial masih menjadi kontributor utama dari pendapatan kontrak perusahaan. Asal tahu saja, di empat bulan pertama tahun ini, perusahaan sudah mengantongi lima kontrak baru yakni pengerjaan Carstenz Apartement Paramount Serpong, JHL Galeri Gading Serpong, Perluasan Pabrik Harvestar Gresik, Musim Mas 1 Martubung dan Apartemen 57 Promenade.

Kemudian guna mengejar target kontrak baru, perseroan membidik proyek pemerintah berupa pembangunan jalan tol di pulau Jawa. Saat ini, perseroan tengah menuntaskan proses perizinan Tol Subang-Patimban tahun ini. Hadi Winarto Christanto menjelaskan, selain proyek Tol Subang-Patimban, perusahaan juga membidik paket pengerjaan Tol Jakarta-Cikampek Selatan dan beberapa proyek jalan tol yang masih dijajaki. “Ada beberapa yang sedang kami proses, cuma ini memang proses kompetisi. Dari segmen infrastruktur ini kami coba terus dapatkan peluang, kalau untuk proyek tol kami incar di sekitar wilayah Jawa saja," ujarnya.

Dirinya menjelaskan saat ini proyek-proyek yang didapatkan perusahaan hampir seluruhnya berasal dari swasta. Termasuk untuk jalan tol, perusahaan membidik proyek yang pemilik konsensi jalan tol tidak memiliki spesifikasi pengerjaan konstruksi. "Sebagian besar BUJT ini juga (perusahaan) kontraktor juga jadi pasti dikerjakan sendiri. Kami ikut tender yang bukan BUJT kontraktor seperti Japek Selatan milik Jasamarga," lanjutnya.

Yang jelas, tahun ini manajemen akan lebih pro aktif mencari peluang proyek baru baik di bidang properti, industri, infrastruktur dan yang related terhadap bisnisnya. Termasuk membangun. kerjasama kemitraan dengan pihak asing, swasta maupun BUMN melalui proyek kerjasama operasi (KSO). Selain itu, perseroan juga memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 73,26 miliar atau Rp 30 persaham.

BERITA TERKAIT

Groundbreaking Proyek Smelter - PTPP Catat Kontrak Baru Rp10,57 Triliun

NERACA Jakarta – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil membukukan kontrak baru sampai dengan April 2019 sebesar Rp10,57 triliun atau…

Pengaturan Jam Operasional Kontainer di Jalan Tol

Penyebab kemacetan semakin parah di Jalan Tol Cikampek saat ini disebabkan tidak adanya pengaturan jam operasional sehingga volume jalan bebas…

Anak Usaha DEAL Bidik Kontrak Rp100 Miliar

NERACA Jakarta - Kejar pertumbuhan pendapatan lebih besar lagi, PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) melalui anak usahanya mengincar kontrak jangka…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…