Kapitalisasi Pekan Kemarin Terkoreksi 1,28%

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin terkoreksi sebesar 1,28% ke level 6.319,46 dari 6.401,08 pada penutupan pekan lalu. Senada dengan IHSG, nilai kapitalisasi pasar juga mengalami pelemahan sebesar 1,28% menjadi Rp7.188,18 triliun dari Rp7.281,12 triliun pada penutupan pekan lalu. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakrta, kemarin.

Namun demikian, rata-rata perdagangan BEI ketiganya mengalami peningkatan, paling tinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI yang mengalami peningkatan di atas 100% yaitu sebesar 149,89% menjadi Rp22,79 triliun dari Rp9,12 triliun pada pekan sebelumnya, hal ini dipicu dengan adanya transaksi beli atas saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) senilai Rp49,62 triliun dalam rangka penggabungan usaha dengan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BBNP).

Untuk rata-rata frekuensi transaksi harian BEI selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 6,35% menjadi 436,89 ribu kali transaksi dari 410,80 ribu kali transaksi pada pekan lalu dan rata-rata volume transaksi harian juga mengalami peningkatan sebesar 13,30% menjadi 15,84 miliar unit saham dari 13,98 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.

Sebagai informasi, IHSG pada penutupan perdagangan Jum’at (3/5) akhir pekan kemarin ditutup melemah 54,9 poin (0,86%) ke level 6.319,4.Sementara indeks LQ-45 melemah 9,6 poin (0,95%) ke level 997,3. Adapun indeks berbasis syariah yang tergabung Jakarta Islamic Index (JII) melemah 9,5 poin (1,39%) menjadi 675,1. Sebanyak 136 saham menguat, 290 saham melemah dan 145 saham stagnan.

Mayoritas pergerakan sektor saham melemah dengan penurunan terdalam saham sektor industri dasar sebesar 2,1% disusul pertambangan sebesar 1,27%. Sementara sektor saham yang menguat hanya agri sebesar 0,28%. Selain itu, sepanjang tahun 2019, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp64,082 triliun dan investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp967,46 miliar. Pada pekan kemarin, Obligasi III Oto Multiartha tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Oto Multiartha (OTMA) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memiliki nilai nominal Rp1.000.000.000.000,- terdiri dari tiga seri 3 (tiga). Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi tersebut adalah idAA+ (Double A Plus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 30 emisi dari 21 Perusahaan Tercatat senilai Rp30,84 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sepanjang masa berjumlah 401 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp424,92 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 117 perusahaan tercatat. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 100 seri dengan nilai nominal Rp2.504,01 Triliun dan US$ 400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp9,32 triliun.

BERITA TERKAIT

Kapitalisasi Pasar Sepekan Naik 0,67%

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sepekan setelah libur Idul Fitri data perdagangan sepekan kemarin ditutup positif. Pergerakan Indeks Harga…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…

Penjualan Terkoreksi - ENRG Menaruh Asa Produksi Blok Baru

NERACA Jakarta – Meskipun pencapaian kinerja keuangan di tahun 2018 kemarin terkoreksi, dimana penjualan tercatat US$ 273,46 juta atau turun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Patok Harga Rp 221 Saham - GOLD Raup Rights Issue Rp 212,715 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan penyedia jasa infrastruktur telekomunikasi, PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan…

Investasikan Dana Rp 20 Miliar - Phapros Rambah Lini Bisnis Kosmetik

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis dan masuk ke bisnis kosmetik, emiten farmasi PT Phapros Tbk. (PEHA) menyiapkan investasi sebesar…

Gelar Rights Issue - Central Omega Bidik Dana Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta — Perkuat modal dan pengembangan smelter, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) bakal menggelar penerbitan hak memesan efek…