Elnusa Eksplorasi Migas Perairan Vietnam - Jajaki Peluang Baru

NERACA

Jakarta – Di kuartal pertama tahun ini, PT Elnusa Tbk (ELSA) berhasil mengantongi izin eksplorasi migas di Perairan Vietnam. Direktur Utama Elnusa, Elizar P Hasibuan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, hal itu sebagai salah satu strategi jitu dalam menghasilkan pertumbuhan kinerja 2019 yang lebih baik.

Dia menuturkan, pengalaman tiga tahun terakhir telah membuktikan bahwa strategi diversifikasi portofolio sangat menopang pertumbuhan kinerja Elnusa. Pada tahun ini strategi itu pun akan diperkuat, dengan berbagai peluang baru yang prospektif.”Selain memperkuat lini bisnis yang ada saat ini, Elnusa mulai menjajaki berbagai peluang baru dari berbagai segmen bisnis ke depannya,”ujarnya.

Pada jasa hulu migas beberapa peluang yang dijajaki antara lain pengembangan pasar baru di luar negeri, peluang signature bonus eksplorasi & multiclient seismic, serta bisnis operation & maintenance refinery. Pada jasa distribusi dan logistik energi, Elnusa memulai bisnis infrastruktur dengan revitalisasi maupun pembangunan terminal BBM, serta menggenjot bisnischemical untuk enhanced oil recovery. Selain itu, bisnis pendukung dengan memanfaatkan internet of things juga mulai dikembangkan.

Selain itu juga aktivitas survei seismik laut dengan nodal di beberapa blok migas, pelaksanaan beberapa proyek turnaround refinary dan kerja sama bisnis digital dengan pihak lain.“Kami meyakini bahwa tren bisnis distribusi dan logistik energi akan semakin menggeliat dan jasa hulu migas semakin membaik ke depannya. Peningkatan jasa berbasis non-aset dan aktivitas survei seismik laut mulai lebih bergairah dibandingkan tahun sebelumnya. Pengembangan pasar baru luar negeri untuk aktivitas eksplorasi pun mulai tumbuh,”jelasnya.

Kuartal I/2019, ELSA mencatatkan pendapatan usaha Rp1,9 triliun, atau meningkat 31% bila dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp1,6 triliun. Peningkatan ini juga terjadi pada laba bersih sebesar 7%, dari Rp71 miliar menjadi Rp76 miliar pada kuartal I/2019. Perusahaan penyedia jasa energi juga menetapkan 25% laba bersih sebagai dividen pada pertengahan April 2019 lalu.

Tahun ini, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan sekitar 10% dari tahun 2018. Untuk capex yang dianggarkan juga tidak jauh berbeda dibanding tahun lalu sekitar Rp 600 miliar.

BERITA TERKAIT

Peluang Usaha di Tengah Krisis Iklim

Oleh: Amanda Katili Niode, Ph.D.,Manager Climate Reality Indonesia John F. Kennedy, orator ulung yang juga Presiden Amerika Serikat 1961-1963, selalu…

Ciptakan IKM Unggul - Pemerintah Terus Dorong e-Commerce Untuk Cetak Wirausaha Baru

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong tumbuhnya Industri Kecil Menengah (IKM) serta wirausaha baru di Tanah Air. Salah…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 4,6 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Mei 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) telah mengantongi kontrak baru senilai Rp4,6 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indonesian Tobacco Patok IPO Rp219 Persaham

NERACA Jakarta - Perusahaan pengolahan tembakau, PT Indonesian Tobacco Tbk menawarkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp219 per…

Tridomain Tawarkan Bunga Obligasi 10,75%

PT Tridomain Performance Materials Tbk. (TDPM) menawarkan obligasi II tahun 2019 senilai Rp400 miliar. Berdasarkan prospektus ringkas yang dirilis perseroan di…

Saham LUCK Masuk Dalam Pengawasan BEI

Lantaran telah terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), kini perdagangan saham PT Sentra Mitra…