Penjualan Agung Podomoro Turun 44,6%

Kuartal pertama 2019, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan penurunan pendapatan hingga 44,6%. Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 754,03 miliar turun 44,6% dibandingkan capaian di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,36 triliun.

Adapun sebab penurunan tersebut lantaran pengakuan penjualan dari pengembangan properti turun 59,53% dari Rp 1,02 triliun menjadi 416,52 miliar. Sementara itu, kontribusi dari reccuring income atawa pendapatan berulang APLN tercatat tumbuh 1,73% menjadi Rp 337,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 331,76 miliar.

Dengan turunnya pendapatan tahun ini, perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 343,86 miliar atau turun 43,64% dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 610,21 miliar. Sepanjang kuartal I ini APLN juga mencatatkan penurunan laba bersih 14,66% dari sebelumnya sebesar Rp 244,51 miliar menjadi Rp 208,66 miliar. Sepanjang kuartal I ini, emiten properti ini mencatatkan marketing sales sebesar Rp 405,7 miliar.

BERITA TERKAIT

Mobilio dan Brio Dorong Penjualan Honda Melesat Hingga 43%

  PT Honda Prospect Motor (HPM) mencatatkan peningkatan penjualan 43 persen pada April sebanyak 11.631 unit, dibandingkan bulan sebelumnya 8.144…

Bayan Bukukan Laba Bersih Turun 30,85%

NERACA Jakarta – Positifnya harga batu bara di pasar belum memberikan dampak terhadap pencapaian kinerja PT Bayan Resources Tbk (BYAN).…

Targetkan Penjualan Rp 1,7 Triliun - Duta Pertiwi Mengandalkan Proyek Eksisting

NERACA Tangerang  -Mempertimbangkan pasar properti yang masih lesu, PT Duta Indah Pertiwi Tbk (DUTI) mematok pertumbuhan bisnis konservatif dengan menargetkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bisnis Properti Penuh Tantangan - Penjualan Residensial MDLN Tumbuh 130,49%

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) berhasil melewati tahun 2018 sebagai tahun yang penuh tantangan dengan…

Gandeng Kerjasama dClinic - RS Batam Layani Kesehatan Blockchain

NERACA Jakarta – Bisnis industri kesehatan dan kecantikan di Indonesia masih memiliki potensi pasar yang besar. Menjawab kebutuhan pasar kesehatan…

Investor di Sumut Bertambah 1.513 Orang

Pertumbuhan investor pasar modal di kalangan milenial terus berkembang pesat. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejak Januari - April…