Dana Gagal Panen Disiapkan Rp2 T - Pemerintah Antisipasi Puso

Pemerintah Antisipasi Puso

Dana Gagal Panen Disiapkan Rp2 T

NERACA

Jakarta – Pemerintah menyiapkan dana cadangan sebesar Rp 2 triliun untuk mengantisipasi kegagalan panen (puso) karena iklim ekstrim. Dana tersebut untuk mengganti benih, pupuk dan biaya tenaga kerja dengan besaran biaya Rp 2,6 juta per hektar.

“Misalkan kalau puso maka atas dasar perpres tersebut dimungkinkan untuk diberikan pengantian kepada pupuk, benih dan sebagian tenaga kerjanya,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa seusai rapat koordinasi pembahasan pengamanan produksi beras nasional dalam rangka menghadapi kondisi iklim ekstrim dan peraturan presiden 14 tahun 2011 tentang bantuan langsung benih unggul dan pupuk, di kantornya, Rabu (9/3).

Dalam rapat koordinasi pangan itu, lanjut Hatta, juga dibahas komitmen pemerintah menaikkan produksi beras sebesar 5%. “Kita berharap bisa menggenjot dan menaikkan produksi beras sekitar 5%,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Mantan Mensesneg ini, pemerintah telah membentuk roadmap peningkatkan produksi beras mencapai 10 juta ton untuk lima tahun ke depan dengan cara perluasan lahan untuk pencetakan sawah baru sebesar 70.000u hektare dari target 2.000.000 hektare yang harus tercapai 2014. “Blueprint-nya sedang disiapkan. Hari Jumat diharapkan selesai tahap pertama. Kalau memang sudah siap, kita akan paparpan di depan kabinet,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, pemerintah akan mengganti kegagalan panen bila mencapai 75% lebih dari luas lahan dengan besaran biaya Rp 2,6 juta per hektarnya. “Yang dinamakan puso itu kalau gagal panennya lebih dari 75 persen,” kata Suswono.

Dikatakan Suswono, dana tersebut untuk mengganti benih dan pupuk yang sifatnya bantuan pengolahan lahan. Untuk bantuan tersebut, pemerintah akan melakukan kontrol hingga ke tingkat kecamatan “Jadi istilahnya bantuan pengolahan lahan, jangan bantuan penggantian gagal panen. Nanti bisa jadi seolah-olah dibuat gagal. Kita akan organisasi sampai tingkat kecamatan. Kontrol sangat kuat. Di sana ada pengawas pengendali hama penyakit yang akan mengawal betul-betul,” ucapnya.

Terkait target surplus produksi beras sebesar 10 juta ton, Suswono mengatakan, pemerintah akan meningkatkan dan menjaga produksi beras aram 1-5 persen melalui peran pemerintah daerah “Di tengah perubahan iklim ini kalau produksi berasnya masih bagus alhamdulillah kita bersyukur. Produksi kita surplus antara 4-5 juta ton. Akan tetapi ini surplus memang masih kecil dibanding kebutuhan kita untuk menjaga stabilitas pangan. Presiden sudah memerintahkan lima tahun ke depan surplus ini tidak kurang dari 10 juta ton,” ucapnya. **ruhy

BERITA TERKAIT

Surya Fajar Capital Serap Dana IPO 67,33%

NERACA Jakarta - PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN) telah menyerap dana hasil initial public offering senilai Rp26,9 miliar atau…

Emdeki Realisasikan Dana IPO Baru 30,05%

Per Juni 2019, PT Emdeki Utama Tbk (MDKI) baru merealisasikan dana hasil penawaran umum saham perdana sebesar 30,05% dari dana…

PRESIDEN INGATKAN RAPBN 2020 MAMPU BERADAPTASI GLOBAL - Pemerintah Kaji Penurunan Pajak Badan

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan segera mengkaji rencana penurunan pajak terutama pajak penghasilan (PPh) badan atau perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

LG Kampanyekan Teknologi TrueSteam

  NERACA   Jakarta - PT. LG Electronics Indonesia (LG) bekerjasama dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Hermina Bekasi…

Masih Banyak Perusahaan Publik Tak Peduli HAM - Studi FIHRRST

      NERACA   Jakarta - The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST), salah satu organisasi masyarakat…

Menkeu Proyeksi Defisit APBN Capai Rp310,8 Triliun

  NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 berpotensi…