SNI Pelumas Tak Pengaruhi Harga Secara Signifikan

SNI Pelumas Tak Pengaruhi Harga Secara Signifikan

NERACA

Jakarta - Masyarakat Pelumas Indonesia (Maspi) memastikan bahwa kewajiban sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk pelumas yang ditetapkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto tidak akan mempengaruhi harga secara signifikan.

“Tidak akan naik secara signifikan. Kalaupun naik paling hanya ribuan rupiah,” kata Ketua Maspi Barman Tambunan pada acara ‘Sosialisasi Teknis SNI Pelumas’ di Jakarta, Selasa (30/4).

Barman menjelaskan bahwa kendati dibutuhkan biaya untuk mendapatkan sertifikasi SNI wajib pelumas, hal tersebut hanya dikeluarkan satu kali untuk pemberlakuan satu periode.

Selama ini, lanjutnya, produsen pelumas juga sudah mengeluarkan biaya untuk mendapatkan Nomor Pelumas Terdaftar (NPT) yang diterbitkan Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).“Ini juga akan kami sosialisasikan. Jangan sampai produsen dan konsumen salah memahami soal aturan ini,” tukas Barman.

Menurut Barman, proses sertifikasi SNI untuk produk pelumas membutuhkan waktu bervariasi, tergantung pada komposisi yang ada pada jenis pelumas tersebut."Kalau untuk engine oil, yang akan diberlakukan pertama itu memakan waktu kurang lebih satu bulan. Seminggu untuk meneliti sampel, seminggu administrasi dan menunggu hasilnya itu ya sebulan," papar Barman.

Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pemberlakuan SNI Pelumas secara wajib diterbitkan dalam rangka meningkatkan daya saing dan utilisasi industri pelumas dalam negeri sehingga dapat memenuhi peningkatan kebutuhan pelumas, khususnya bagi industri otomotif nasional.

Menurut Barman, regulasi tersebut juga dalam rangka perlindungan konsumen terhadap dampak negatif potensi beredarnya produk pelumas yang bermutu rendah serta dalam rangka mewujudkan persaingan usaha yang sehat antara pelaku usaha industri pelumas.

Sebelumnya diwartakan, Peraturan Menteri Perindustrian (Permen Perindustrian) Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib Pelumas diyakini bakal melindungi konsumen dari dampak negatif pelumas oli palsu yang menggerus performa dan mengurangi umur mesin kendaraan bermotor. Pemerintah dan produsen pelumas optimistis beleid ini memicu iklim bisnis yang sehat serta meningkatkan volume produksi pelumas nasional naik dari sebelumnya 40% dari jumlah total kapasitas terpasang sebanyak 2 juta kiloliter/tahun.

Demikian kesimpulan yang disampaikan Taufik Bawazier, Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Andria Nusa, Ketua Bidang Pengembangan Asosiasi Produsen Pelumas Dalam Negeri (Aspelindo), Ketua Umum Masyarakat Pelumas Indonesia (Maspi) Barman Tambunan, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi di acara Media Workshop bertajuk “Implementasi Peraturan SNI Wajib Pelumas Bagi Perlindungan Konsumen” yang digelar oleh Forum Wartawan Industri (Forwin) di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Rabu (27/3). Mohar/Iwan

BERITA TERKAIT

RUPSLB Wom Finance Setuju Perubahan Susunan Direksi

RUPSLB Wom Finance Setuju Perubahan Susunan Direksi NERACA Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha, Tbk (“Wom Finance” atau “Perseroan”), hari…

Idealis Paham Koperasi Benteng Krisis Ekonomi Indonesia - Kadiskum Depok

Idealis Paham Koperasi Benteng Krisis Ekonomi Indonesia Kadiskum Depok NERACA  Depok - ‎Gejolak arus pasar bebas dan era globalisasi serta…

Kamal Suherman Resmi Menjadi Ketua DPRD Kota Sukabumi

Kamal Suherman Resmi Menjadi Ketua DPRD Kota Sukabumi   NERACA Sukabumi - Kamal Suherman resmi dilantik menjadi Ketua DPRD Kota Sukabumi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Indef: PIMD Dapat Perkecil Defisit Neraca Perdagangan

Jakarta-Peneliti Indef Abra Talattov menilai, pembentukan Pertamina International Marketing & Distribution, Pte Ltd (PIMD) dapat membantu memperkecil defisit neraca perdagangan…

RUPSLB Wom Finance Setuju Perubahan Susunan Direksi

RUPSLB Wom Finance Setuju Perubahan Susunan Direksi NERACA Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha, Tbk (“Wom Finance” atau “Perseroan”), hari…

Idealis Paham Koperasi Benteng Krisis Ekonomi Indonesia - Kadiskum Depok

Idealis Paham Koperasi Benteng Krisis Ekonomi Indonesia Kadiskum Depok NERACA  Depok - ‎Gejolak arus pasar bebas dan era globalisasi serta…