Buku "KPK Berdiri untuk Negeri" Perkuat Semangat Antikorupsi

Buku "KPK Berdiri untuk Negeri" Perkuat Semangat Antikorupsi

NERACA

Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan hadirnya buku "KPK Berdiri untuk Negeri" merupakan penyemangat untuk tetap menjaga independensi KPK dan memperkuat semangat antikorupsi.

"Saya menyambut baik keberadaan buku ini supaya semangat untuk melakukan penjagaan terhadap independensi, semangat lebih memperkuat antikorupsi, bisa terus digaungkan banyak pihak," kata Agus saat acara Sarasehan Pustaka Bedah Buku "KPK Berdiri untuk Negeri" di Gedung KPK, Jakarta, Senin (29/4).

Dalam buku tersebut, salah satunya membahas soal pemberantasan korupsi sebelum KPK berdiri, seperti ide adanya Badan Independen Antikorupsi (BIAK). Adapun penulis buku tersebut adalah Arin Swandari, Cisya Satwika, dan Lilyani Harsulistyati.

Sementara, Erry Riyana Hardjapamekas, Chandra M Hamzah, Sudirman Said, Kemal Azis Stamboel, Ahmad Fikri Assegaf, dan Arief T Surowidjojo merupakan para pegiat antikorupsi 1998 yang menggagas buku tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak telah diberikan kesempatan untuk menyusun buku ini terutama kepada penggagas. Buku ini masih banyak kekurangan, kami perlu memperbaiki, semoga ada kesempatan untuk memperbaikinya nanti apapun bentuknya itu," kata Arin dalam acara tersebut.

Ia mengatakan tantangan yang paling besar dalam menulis buku itu adalah saat mengumpulkan dokumen maupun data yang tersebar di mana-mana."Pada saat itu belum cukup banyak cerita yang ada di internet, jadi kita mencari ke mana-mana, tetapi sekali lagi karena para penggagas ini selalu memfasilitasi apa yang kita butuhkan, jadi gampang mencari (data) dari DPR, KPK, Sekretariat Negara dan lainnya. Akhirnya kita dapat semua," kata Arin.

Sebagai contoh, kata dia, ada satu foto yang dicari dalam kurun yang waktu lama sampai satu tahun setengah, yaitu foto pada saat pengucapan sumpah jabatan pimpinan KPK jilid pertama."Rupanya tidak banyak yang foto, akhirnya dapat di (LKBN) Antara. Lagi-lagi Pak Erry yang turun tangan karena kalau kami yang cari sendiri pasti tidak ketemu. Akhirnya Pak Erry yang bisa berikan jalan untuk bisa masuk ke Antara," ungkap Arin.

Untuk diketahui, Erry Riyana Hardjapamekas merupakan pimpinan KPK jilid pertama.

Dalam kesempatan sama, Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto yang juga hadir sebagai narasumber pada sarasehan itu menyatakan bahwa buku "KPK Berdiri untuk Negeri" sangat penting agar kita memahami perjalanan pejuang-pejuang antikorupsi.

"Kalau kita mengikuti perjalanan panjang dari para pejuang antikorupsi yang diceritakan dalam buku berjudul KPK Berdiri untuk Negeri, maka kita akan dapat merasakan bagaimana mereka telah berjuang tanpa mengenal lelah yang terkadang sampai lupa waktu," ucap Endriartono.

Bahkan, kata dia, mereka juga harus mengobarkan keluarganya dengan satu tujuan agar korupsi di Indonesia ini bisa dihilangkan."Bukan hanya harta lalu dikorbankan, kadang-kadang mereka juga harus mengorbankan keluarganya hanya dengan satu tujuan, bagaimana agar korupsi di Indonesia bisa dihapus," kata dia. Ant

BERITA TERKAIT

Perubahan Tata Kelola Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran

Perubahan Tata Kelola Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran NERACA Jakarta - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengatakan perubahan fundamental tata…

Pentingnya Program Penguatan Ideologi Pancasila

Pentingnya Program Penguatan Ideologi Pancasila NERACA Purwokerto - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Nana Sutikna mengingatkan pentingnya program…

Teknologi Merupakan Ujung Tombak Perkembangan Bangsa

Teknologi Merupakan Ujung Tombak Perkembangan Bangsa   NERACA Jakarta - Ahli teknologi yang juga Ketua Jurusan (Kajur) Teknik Elektro Fakultas Teknik…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

KPK Dorong Pemda Selamatkan Kerugian Negara Rp18 Triliun - Selama 2019

KPK Dorong Pemda Selamatkan Kerugian Negara Rp18 Triliun Selama 2019   NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Unit Koordinasi…

Gaprindo Berharap Agar Perda KTR Bogor Dievaluasi Menyeluruh

Gaprindo Berharap Agar Perda KTR Bogor Dievaluasi Menyeluruh NERACA  Jakarta - Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) berharap agar Perda…

KPK Dapat Dukungan Dunia Internasional Terkait Suap Garuda

KPK Dapat Dukungan Dunia Internasional Terkait Suap Garuda NERACA  Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan dukungan dari dunia internasional…